Dody menambahkan, sejatinya untuk menyiapkan organisasi dan warga LDII serta lingkungannya supaya bersiap menghadapi potensi kelangkaan pangan yang mungkin timbul. Yaitu dengan ketahanan pangan mandiri. Seperti dicontohkan di beberapa provinsi ada program urban farming, eco farming, eco pesantren, eco masjid dan sejenisnya.
Diharapkan, dapat dirumuskan program dan langkah strategis yang dapat diimplementasikan oleh LDII dalam mengantisipasi potensi kelangkaan pangan negeri di era pendemi Covid-19.
Untuk diketahui, webinar LDII dilaksanakan dengan sistem Massive Open Online Course (MOOC) yakni pembelajaran secara massal dan terbuka. Nantinya akan menjadi suatu kebiasaan baru atau new normal dalam menyampaikan ide, diskusi bahkan musyawarah. “New normal lainnya antara lain sering mencuci tangan, menjaga jarak, dan work from home, urainya.
Baca juga: Setiap Bulan Ramadan, LDII Sleman Berbagi Ribuan Baju
Baca juga: Peduli Covid-19, LDII Sulsel Bagi Nasi Kotak ke Panti Asuhan dan Kaum Duafa
Kontribusi LDII dalam ketahanan pangan
Ketua Umum DPP LDII Prof DR Ir KH Abdullah Syam MSc dalam sambutannya menyampaikan, perlu ada rumusan sehingga daerah mempunyai action plan. Dalam kondisi krisis pangan, LDII melihat apa yang harus ditindaklanjuti, minimal bagi warga LDII di seluruh Indonesia. “Maksimalnya, LDII bisa berkontribusi kepada masyarakat, dan bisa menularkan teknologi yang sudah dipunyai LDII,” ucap Abdullah Syam.
Ia menambahkan, kita tetap…












