Dosen Dendrologi UGM Dorong Pelestarian Kehati Gunung Merbabu

Gunung Merbabu
Praktek pengenalan jenis pohon pegunungan di sekitar pintu masuk Taman Nasional Gunung Merbabu, Kabupaten Boyolali

BOYOLALI, LINES.id – Ekosistem hutan pegunungan memiliki keanekaragaman hayati (kehati) khas pegunungan, mengelola tata air dan berperan besar dalam pengendalian tanah longsor. Pelestarian hutan pegunungan menuntut upaya sungguh-sungguh dan kerja sama multipihak.

“Selain udara sejuk, hutan pegunungan kaya akan sumber air, flora dan fauna asli pegunungan, serta pemandangan alam memesona,” jelas dosen Fakultas Kehutanan UGM Atus Syahbudin SHut MAgr PhD.

“Kehati tersebut merupakan harta kekayaan masyarakat pegunungan yang tak ternilai harganya, termasuk sumber air, udara sejuk dan pemandangan alamnya. Hanya sayangnya, mayoritas mereka merasa kaya apabila mempunyai uang banyak dalam bentuk tunai. Mari penyadaran masyarakat pegunungan menjadi penting agar mereka mau bersama-sama menjaga jenis-jenis pohon asli Gunung Merbabu,” ajak Atus yang juga mengajar Mata Kuliah Pengenalan Jenis Pohon (Dendrologi).

Baca juga: Direktur Hortus Botanicus Leiden dan Pakar NBC Kuliahi Mahasiswa Dendrologi UGM

Baca juga: “Green Belt” Inovasi Penghijauan Fakultas Kehutanan UGM

 

Ia juga pernah terlibat dalam tim eksplorasi Dipterocarpaceae di Kalimantan Timur guna pemapanan tegakan silvikultur intensif (SILIN) pada tahun 2000-an.

In House Training oleh TNGMb

Pentingnya upaya pelestarian kehati Gunung Merbabu ini kembali diungkap saat In House Training Pengenalan Jenis Flora Taman Nasional Gunung Merbabu. In House Training diadakan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada Rabu (4/3/2020) hingga Kamis (5/3/2020).

Training dibuka oleh Nurpana Sulaksono, SHut MT selaku Kepala Seksi Taman Nasional Wilayah I. Selain Atus, narasumber lain yang dihadirkan adalah Rio Christy Handziko SPdSi MPd dari Pendidikan Biologi FMIPA UNY.

Gunung Merbabu
Nurpana Sulaksono SHut MT selaku Kepala Seksi Taman Nasional Wilayah I membuka In House Training Pengenalan Jenis Flora Taman Nasional Gunung Merbabu

Nurpana mengharapkan bahwa semua peserta training, khususnya Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), supaya mengenal dan melestarikan kehati dalam wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Selanjutnya berusaha pula untuk mengungkapkannya dalam bentuk hasil penelitian.

“Alokasi kegiatan pada tahun 2020 ini agar dilaksanakan sebaik mungkin sambil mengumpulkan data. Kebetulan pihak kampus UGM bersedia membimbing dalam metode penelitian dan penulisan. Manfaatkan sebaik mungkin kerja sama ini,” pinta Nurpana.

In house training diselenggarakan dalam dua sesi, yakni penjelasan interaktif di dalam kelas dan dilanjutkan praktek pengenalan jenis vegetasi di sekitar pintu masuk TNGMb.

Baca juga: Reviewer LPDP Bekali Ratusan Mahasiswa Raih Beasiswa Luar Negeri

Baca juga: Siswa GNBS Kunjungan ke UGM, Modal Awal Masuk Universitas Impian

 

Walau materi pengenalan jenis vegetasi terasa serius namun suasana penyampaiannya sangat cair. Pencerahan dan penekanan hal-hal penting di hutan pegunungan nampak didapatkan oleh sebagian besar peserta. Sebanyak 11 PEH hadir bersama tenaga penyuluh kehutanan, polisi hutan dan masyarakat setempat.

“Dendrologi baru terasa pentingnya kalau sudah bekerja. Di lapangan bisa mengenal pohon ini jenisnya apa ternyata dasarnya dari belajar Dendrologi saat kuliah dulu” kata Muhibbudin Danan Jaya.

Lain lagi kesan dari Kiky Hadi Firmansyah, “Saya mendapatkan pencerahan. Ternyata publikasi itu tidak harus dengan data penelitian yang kompleks”.

Training diakhiri dengan pengumpulan isian kuesioner untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan peserta akan kehati Gunung Merbabu dan penegasan alokasi kegiatan dari setiap peserta beserta nama-nama yang terlibat dalam pengamatan, pengumpulan data dan penyusunan publikasi.