Generus LDII Bontang Jalin Keakraban Melalui “Gathering Usman Bontang”

Generus LDII Bontang

BONTANG, LINES.id – Generus binaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bontang mengadakan kegiatan pertemuan para usia mandiri, Minggu (8/3/2020).

Usia mandiri (Usman) adalah sebutan untuk para Generus LDII yang lulus sekolah menengah atas atau sederajat hingga belum menikah, berusia sekitar 17 tahun keatas.

Kegiatan ini mengangkat tema “Gathering Usman Bontang”. Sesuai dengan tema tersebut, tujuan diadakan kegiatan ini adalah wadah bertemunya seluruh Generus Usman Bontang untuk saling akrab dengan sesama. Juga bertujuan agar Generus LDII Bontang tidak terpengaruh atau ikut terlibat dengan pergaulan bebas dan narkoba.

Sambutan oleh Wakil Ketua DPD LDII Bontang Suliyono

Bertempat di pondok harmoni, Gunung Telihan, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Generus LDII Bontang Ahmad Arifin. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Suliyono selaku Wakil Ketua DPD LDII Kota Bontang, yang kerap disapa dengan sebutan Pak Cik.

“Hari ini adalah kegiatan Gathering Usman Bontang yang pertama, setelah sekian lama tidak diadakan kegiatan untuk para Generus Usman. Rencananya program ini akan terus berlanjut dan rutin diadakan,” ujar Pak Cik.

“Kalau kalian ingin memiliki pasangan yang baik, kalian juga harus mempersiapkan diri menjadi baik terlebih dahulu. Seperti yang ada di Al-Quran mengatakan bahwa, laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan sebaliknya,” terangnya.

Sharing Session
Sharing session Generus Usman Bontang

Kegiatan dilanjutkan dengan Sharing Session yang dimoderatori oleh Ahmad Restu selaku Bagian Kepemudaan dan Kepanduan LDII Kota Bontang.

“Definisi mandiri yang paling sederhana bukanlah ketika dia bekerja dengan gaji yang banyak. Bukan juga jika dia usaha dengan omzet satu milyar. Tetapi, definisi mandiri yang paling sederhana adalah ketika kita bisa mengurusi diri kita sendiri,” ujar Restu mengawali sharing session.

Sharing session diisi dengan sharing para peserta mengenai uneg-uneg maupun pengalaman pribadi peserta saat berada di daerah lain. Diakhiri dengan seluruh peserta menuliskan uneg-uneg dan saran untuk kegiatan selanjutnya di kertas yang telah disediakan.

Sebagai penutup kegiatan, H Muhari selaku Dewan Penasehat (Wanhat) LDII Bontang menyampaikan nasihat agama dan doa penutup.

“Kegiatan ini baik, perlu dikembangkan asal sesuai dengan mekanisme atau tata cara yang sesuai syariat Islam dan berdasarkan Quran Hadist. Karena jika seperti itu, kegiatan ini bisa bernilai ibadah, bisa mendapatkan pahala sehingga bermanfaat dan tidak sia-sia,” ujar H Muhari.

Gathering Usman Bontang diakhiri dengan foto bersama kemudian makan bersama dan dilanjutkan salat zuhur berjamaah.