Sukardi Weda
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS UNM
Melaporkan dari Makassar
MAKASSAR, LINES.id – Maestro FBS UNM Mengadakan pelepasan Pendidikan Lanjutan Maestro Angkatan 23 Divisi Gunung, Hutan dan Seni Budaya di Lapangan Basket FBS Universitas Negeri Makassar, Jl. Daeng Tata, Makassar, Rabu, (5/2/2020)
Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh Wapres dan Pengurus BEM FBS UNM, Ketua Umum dan Pengurus MAPERWA FBS UNM, Para Pengurus HMJ dan HIMAPRODI se-FBS UNM, para Pengurus MAESTRO, dan 11 orang peserta yang akan menghadiri Pendidikan Lanjutan Maestro Angkatan 23 Divisi Gunung, Hutan, dan Seni Budaya di Desa Salu’toa, Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 5 – 9 Februari 2020. Kegiatan tersebut diisi dengan penerapan materi yang terkait dengan pelestarian hutan dan seni budaya.
Pembukaan pelepasan pendidikan lanjutan 23 diawali dengan pembacaan kode etik pencinta alam Indonesia dan mars Mestro.
Ketua Umum, Shuhudi Ahmad, mengatakan pengetahuan yang didapat di kegiatan indoor dapat diterapkan di lokasi kegiatan. Dia mengharapkan tujuan utama adalah kembali ke tempat asal.
Dewan Senior, Azwar Ahmad, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud silaturahim. Azwar berharap supaya adik-adik tetap tertib dan mengikuti aturan yang ada. “Pemuda-pemudi yang mencintai tanah airnya harus memiliki semangat yang menggelora dan energi untuk membangun bangsa ini, pungkasnya.
“Para mahasiswa harus tertib, kita ini mahasiswa dan ada di ranah akademik, harus memperlihatkan contoh yang baik, untuk pencitraan Universitas Negeri Makassar (UNM). Saya lihat masih ada yang pakai sandal, ini tidak tertib namanya,” ujarnya.
“Gunakan ilmu dan spirit yang diajarkan, harapnya. Jangan pernah melihat sekat antar jurusan, dan fakultas, tapi mari bersama sama membangun UNM,” tambanya.
MAESTRO FBS UNM

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS UNM, Prof. Dr. Sukardi Weda dalam sambutannya mengatakan bahwa pemuda sebagai calon pemimpin masa depan bangsa ini harus memiliki semangat dan visi untuk dapat membangun bangsa ini di masa yang akan datang.
Pihaknya juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, adik-adik dapat memahami dan bagaimana melestarikan alam, seni dan budaya, serta dapat membangun kebersamaan dan kerja tim yang handal sebagai bekal untuk membangun masyarakat dan bangsa ini, ujarnya. [SW/Lines]












