Untuk Pendidikan Karakter, Ust HAM Tekankan 3 Hal Ini

PD DMI Kota Mojokerto
PD DMI Kota Mojokerto mengadakan sholat subuh berjamaah di Masjid Nurul Jannah Jalan Sawunggaling No. 30 Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Minggu (10/9/2023).

KOTA MOJOKERTO, LINES.id – PD DMI Kota Mojokerto mengadakan sholat subuh berjamaah di Masjid Nurul Jannah Jalan Sawunggaling No. 30 Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Minggu (10/9/2023). Agenda ini merupakan agenda rutin PD DMI Kota Mojokerto satu bulan satu kali.

Sholat subuh berjamaah ini dihadiri oleh Forkopimda Kota Mojokerto, Muhammadiyah, NU, MUI, DMI, LDII, serta jamaah Masjid Nurul Jannah. Setelah sholat subuh selesai, Takmir masjid Nurul Jannah mengajak kepada semua jamaah agar saling menghargai, dan diharapkan masjid bisa lebih melayani jamaahnya. Takmir masjid juga mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf apabila ada kekhilafan dalam memberikan hormat kepada para jamaah sholat subuh.

Dalam kesempatan ini, Ketua PD DMI Kota Mojokerto KH Faqieh Usman Lc menerangkan bahwa beribadah kepada Allah harus menggunakan akal pikiran dan keimanan. Pengasuh Ponpes Alquran Nurul Huda Kota Mojokerto ini mencuplik hadis yang diriwayatkan Abdullah Bin Abbas RA yang berbunyi: “Barangsiapa yang melazimkan (membiasakan) membaca istighfar, Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesusahan, dan solusi dari setiap kesempitan, dan memberikan kepadanya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”.

Baca juga: Hadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Majelis Muslim Papua Kota Sorong, LDII Harap Sinergi Bersama Membangun Umat

Dengan beribadah menggunakan akal pikiran dan keimanan, maka bersyukur bila mendapat nikmat, dan bersabar serta berdoa bila mendapatkan musibah, dan tidak ngersulo (menggerutu). “Teknologi yang sekarang terus berkembang adalah sebagai jembatan perantara saja, kefadholan membiasakan membaca istighfar semua akan dimudahkan Allah SWT,” imbuhnya.

Memperkuat Takmir Masjid Nurul Jannah, H Masfudin MPd yang juga Sekretaris DMI Kota Mojokerto menambahkan bahwa masjid di Indonesia ini ada sekitar 5.095 masjid. Masjid yang sekarang itu haruslah masjid yang ramah anak, ramah diffabel, ramah lansia, ramah lingkungan dan ramah kaum dhuafa.

Dalam kesempatan ini, salah satu ustaz LDII Kota Mojokerto, Ust. Haji Amir Mahmud (HAM) menerangkan dalam tausiyahnya di hadapan kurang lebih 150 jamaah shalat subuh, bahwasannya pendidikan karakter pada anak akan berhasil bila ada contoh tauladan, dan meneladani dari orang tua. Sebagai contoh orang tua memerintahkan anak shalat berjamaah di masjid, maka sebaiknya orang tua juga berangkat bersama-sama anak untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Ustadz yang pernah menjadi striker sepak  bola ketika masih menjadi santri di salah satu ponpes di Kediri ini juga mengatakan bahwa dalam keberhasilan mendidik dan menjadi karakter baik ada 3 hal yang harus diperhatikan.

Baca juga: Gojet, Olahraga Murah Meriah Ala Remaja LDII Jetis

“Pertama tutur (memberikan nasihat). Untuk menjadi karakter baik pada anak perlu adanya komunikasi dan nasihat baik kepada anak. Hal ini adalah sebagai wujud usaha agar anak merasa ada perhatian dari orangtuanya,” jelasnya. Kedua, lanjut Ust. HAM, wuwur (membiayai). Tentulah untuk menjadikan anak baik tidak hanya komunikasi saja, tapi di dalamnya ada biaya-biaya yang menyertai, misalnya beribadah perlu alat-alat penunjang ibadah.

Ketiga, sembur (mendoakan). Sebagai manusia beriman, usaha dan doa adalah satu paket yang tidak boleh dipisahkan. Doa merupakan wujud usaha batiniah dari hamba Allah yang lemah ini. “Tiga hal di atas itu haruslah dijalani secara bersamaan dan saling beriringan, tidak boleh salah satu saja yang dikerjakan dan untuk hasilnya serahkan kepada Allah SWT,” ungkapnya mengakhiri tausiyah shalat subuh berjamaah.

Follow Berita Lines Indonesia di Google News.

Follow Channel WhastApp Lines Indonesia di WhastApp.