MEDAN, LINES.id – Ketua Komite Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi Budi Setiawan SP MM menghadiri Grand Launching Logo, Maskot dan Tagline PON XXI/2024 di Lapangan Astaka, Deli Serdang, Minggu (29/1/2023).
Kegiatan launching tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali dan dihadiri oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, anggota DPR RI Johar Arifin, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, Ketua KONI se-Indonesia dan ribuan masyarakat Sumatera Utara.
Saat diwawancarai oleh awak media, Budi mengatakan, dengan adanya launching hari ini maka 588 hari lagi PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 akan diselenggarakan, yaitu pada 8 September 2024.
“Dalam waktu dekat ini, KONI Jambi akan menyelenggarakan Porprov, Porwil dan Pra PON, dengan tujuan untuk mencari atlet-atlet yang berbakat dan berprestasi untuk persiapan PON Aceh Sumut nanti,” ujarnya.
Tak hanya itu, Budi juga menjelaskan, dengan adanya Porprov, Porwil dan Pra PON, KONI bisa menilai dan menyeleksi berapa jumlah atlet yang benar-benar siap berlaga di PON XXI Aceh-Sumut.
Baca juga: Ketum KONI Jambi Budi Setiawan Lantik dan Kukuhkan Kepengurusan KONI Batanghari 2022-2026
“Setelah pelaksanaan Porprov, Porwil dan Pra PON maka kami tau berapa jumlah cabang olahraga yang akan kami berangkatkan untuk mengikuti PON Aceh-Sumut nanti,” tutup Budi.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta agar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebagai tuan rumah untuk bekerja keras dalam menyukseskan penyelenggaraan PON Aceh-Sumut.
“Harapannya, Pemerintah Sumatera Utara beserta seluruh masyarakat harus menyambut kepercayaan ini dengan menunjukkan kerja keras, kerja serius dan koordinasi,” ungkap Zainudin Amali.
Lanjut Zainuddin, PON XXI akan diselenggarakan di dua daerah yaitu Aceh dan Sumatera Utara yang dimulai tanggal 8 September 2024. Menpora menyebut PON di dua daerah ini merupakan pertama kali dilakukan di Indonesia.
“Karena ini merupakan pengalaman kami yang pertama. Belum pernah dua daerah melaksanakan sekaligus, ini tidak mudah. Maka koordinasi antara Aceh dan Sumatera Utara harus intensif lagi dan juga dengan KONI Pusat yang mengkoordinasikan semuanya,” pungkasnya.












