LDII Nabire gelar Pembinaan Remaja Unik dan Usman di Pante Marimoi

Remaja LDII Nabire Unik dan Usman
Nabire, Lines.id- Indonesia telah mencangkan program ‘Generasi Emas Indonesia 2045′. Tepat pada tahun 2045 kedepan, Indonesia secara matematis 100 tahun terlepas dari belenggu penjajah. Ditahun tersebut Indonesia mengharap memiliki gold generation yang dapat membangun bangsa kearah yang lebih baik.
Tahun 2021 ini hingga 2035 adalah masa menanam generasi emas tersebut. Oleh karenanya, dalam kurun waktu tersebut pemerintah dan segenap masyarakat terus menggalakkan program pendidikan.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai ormas dakwah berupaya membantu pemerintah dalam rangka menyukseskan program generasi emas ini, maka untuk mendukung program generasi emas, DPD LDII Kabupaten Nabire mengadakan pengajian usia nikah bertajuk “Refresing dan Pertemuan Remaja Unik dan Usman”, yang diikuti oleh para muda/i LDII utusan PAC se- Kabupaten Nabire. Tujuannya, agar muda-mudi yang sudah baligh bisa secepatnya menikah, untuk menjaga diri dan agamanya.

Berlokasi di pantai Marimoy Kampung Nifasi Distrik Makimi Kabupaten Nabire rabu, 20 Oktober 2021, “Refresing dan Pertemuan Remaja Unik dan Usman” berlangsung meriah. Para peserta rata-rata berusia 20-an. Meski berasal dari berbagai daerah, dan strata ekonomi yang berbeda-beda, ternyata tidak membuat mereka canggung bahkan cepat akrab dan bersahabat. Acara ini diisi dengan serangkaian acara meliputi Nasehat Agama, perkenalan, motivasi pernikahan, hingga games yang dilakukan di pesisir pantai.

“Tujuan diberikannya Motivasi Pernikahan di alam terbuka ini agar peserta sadar akan pentingnya pernikahan, dan bisa terhindar dari pelanggaran had atau zina,” ujar Hj. Pardiyem, S.Pd, selaku Ketua Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPD LDII Kabupaten Nabire. Sebab segala bentuk perzinahan kini semakin beragam dan memasuki ruang privasi individu, antara lain penggunaan gadget atau ponsel cerdas.

Dengan adanya peranti itu, generasi muda dapat dengan mudah mengakses situs-situs dan gambar tak senonoh sehingga memacu hawa nafsu untuk melakukan perbuatan zina. “Kami berusaha mengingatkan kembali kepada para generasi muda agar bisa terhindar dari hal-hal tersebut. Perkenalan, pertemanan, pernikahan secara syariah dapat membuat para remaja hidup dalam kehalalan dan selalu mendapat Rahmat Allah SWT,” ungkap Hj. Pardiyem, S.Pd saat mengisi sesi motivasi pernikahan.

Kegiatan ini tak hanya memotivasi peserta untuk segera menikah, namun juga mengarahkan terhadap kemandirian sehingga saat berumah tangga bisa mencapai taraf hidup yang lebih mapan dan paham agama.

Dalam sesi perkenalan, peserta dibuat menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 10 orang perkelompok. Kemudian kelompok tersebut diacak dengan kelompok lainnya untuk berkenalan satu sama lain.

Ketua Panitia Gunawan Santoso, S.Pd, dengan lihai memandu kegiatan games yang berlangsung cukup memuaskan. Tanggapan dari beberapa peserta pun beragam. Ada yang merasa senang karena dipertemukan dengan orang yang selama ini dicari, ada pula yang cukup senang dengan bertemu teman-teman baru, berkenalan dan menjalin silaturahim. Memiliki teman dari PAC yang berbeda bisa bernilai positif dalam hal menambah relasi.

Banyaknya peserta merupakan bukti antusias dari kalangan muda-mudi di tiap PAC. Semakin banyak pasangan yang berlanjut ke tahap lamaran, maka acara ini semakin sukses. Namun, selain dari mencari pasangan hidup, acara ini juga bernilai positif dari segi pengetahuan tentang pernikahan, kemandirian, dan pengalaman kegiatan.

Dewan Penasehat LDII Kabupaten Nabire H. Ganjar Waluyo berpesan, semoga apa yang disampaikan dalam acara “Refresing dan Pertemuan Remaja Unik dan Usman” ini dapat diterima dan dipahami oleh semua peserta. Semata-mata setiap materi yang diberi bertujuan untuk satu-satunya kita bisa terhindar dari dosa, pergaulan yang tidak sesuai dengan kaidah Islam, serta mendapat manfaat dan pahala dari Allah SWT.

Pada sesi akhir rangkaian kegiatan, sebelum ditutup dengan doa oleh Ketua LDII Nabire H. Nuryadi, S.Pd.,M.MPd, ia  mengatakan bahwa dengan intensnya program pembinaan, maka generasi LDII telah dipersiapkan menjadi harapan bangsa. Generasi LDII bertransformasi menjadi generasi emas masa depan. Sebab itu, dibutuhkan dukungan berbagai pihak kepada LDII dalam menyiapkan generasi emas bangsa yang profesional religius ini. (NAM/nbx)