MAGELANG, LINES.id – Desa Temanggung Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang, merupakan daerah tujuan pariwisata yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, asesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait. Tepatnya di Dusun Butuh, terdapat Nepal van Java atau Nepal dari Jawa yang kini menjadi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat.
Julukan itu disematkan kepada Dusun Butuh karena letaknya ada di lereng Gunung Sumbing. Perumahan penduduk yang tampak bertumpuk seolah mirip dengan Negara Nepal. Selain menarik wisatawan, Nepal van Java juga menarik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 4 tahun 2020 untuk turut mengembangkan potensi wisatanya.
Program KKN PPM UGM JT 394 yang dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) fokus pada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT). Didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Dr Ir Muhamad ST MT, program CBT menjadi salah satu model pariwisata terbaik yang melibatkan kontrol substansial dari masyarakat lokal.
“Masyarakat terlibat dalam pengembangan dan manajerial serta menerima keuntungan dengan proporsi terbesar. Karakteristik CBT mengutamakan aspek pendidikan dan pengalaman dari atraksi wisata,” ungkapnya. Selain itu, aktivitas pariwisata ini juga mampu meningkatkan kepedulian masyarakat dan wisatawan dalam kegiatan konservasi dan pelestarian.
Baca juga: Pulihkan Ekonomi di Jateng, Mahasiswa KKN UGM Gelar Webinar Bersama Ganjar Pranowo
Baca juga: Tanpa Terjun Lapangan, Pelaksanaan KKN Daring UGM Mampu Selesaikan 94 Program KKN di Ngawi
Keterlibatan total masyarakat di Dusun Butuh sebagai Nepal van Java, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang dalam menerima dan menjamu wisatawan semua terkemas dan dikemas oleh masyarakat lokal.
“Kita semua disuguhkan lanskap alami yang terbentuk dari bentang alam, semua hampir berdecak kagum melihat keteraturan struktur tata massa yang terolah dan terselesaikan, termasuk memaknai dan dimaknai sebagai bagian dari hospitality dan Creativity,” ungkapnya.
Daya Tarik Wisata Dusun Butuh
Terdapat beberapa daya tarik wisata yang terdapat di Dusun Butuh antara lain atraksi (attraction) yakni keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan masyarakat yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan, merupakan kreativitas dan inovasi yang dikembangkan oleh masyarakat. Seperti alam yang menarik dengan natural lanskapnya dan kebudayaan daerah yang menawan dengan kultural lanskap.
Selanjutnya, aksesibitas seperti transportasi lokal dengan partisipasi masyarakatnya dalam membawa wisatawan mengelingi jalan setapak. Akses menuju Dusun Butuh dapat ditempuh dari Kota Magelang yaitu 60 menit dengan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4.
Amenitas atau fasilitas (amenities) seperti tersedianya homestay rumah penduduk, warung masyarakat yang dikelola oleh penduduk setempat, dan ancillary services yaitu organisasi kepariwisataan yang dibutuhkan untuk pelayanan wisata seperti karang taruna dan Kelompok Sadar Wisata.












