Mengikuti jejak sang Ayah, Miftah turut mendirikan pondok pesantren di daerah Kedung Tarukan, Surabaya bernama Pesantren Miftachussunnah pada 1982 lalu. Sampai saat ini ia masih berstatus sebagai pengasuh pesantren tersebut.
Pemikiran maupun pernyataan Miftah belakangan ini turut disorot oleh publik secara luas. Ketika pandemi Covid-19 mulai menyebar di Indonesia, Miftah meminta pemerintah membuka secara detail pemetaan zona persebaran Virus Corona dari lingkup terkecil seperti desa-desa.
Zona itu, harus dibuka agar menjadi acuan pelaksanaan Surat Edaran Menteri Agama tentang Panduan Ibadah di Bulan Ramadhan di tengah wabah Corona.
“Pemerintah bila perlu membuka peta zona Covid-19 sampai diperkecil ke tingkat desa hingga tingkat kampung. Biar terlihat mana yang zona hijau, zona kuning, dan zona merah. Ini yang bisa hanya pemerintah, biar rakyat tidak semakin bingung,” kata Miftah pada April 2020.
Peduli Isu Internasional
Tak hanya itu, Miftah juga sangat memerhatikan terhadap isu-isu perdamaian di Palestina selama ini. Ia sempat menyampaikan sikap resmi NU dalam Webinar Internasional bertema “Ulama Nusantara Bela Al-Aqsha” yang diikuti sejumlah ulama dari Palestina dan sejumlah negara Asia pada September 2020.
Baca juga: Munas X MUI, Ketua Umum LDII Dukung Islam Washatiyah
Baca juga: Mahasiswa UMI Gagas Upaya Pencegahan Sikap Intoleransi Melalui Nilai Budaya Lokal
Pada kesempatan itu, Miftah mengingatkan agar umat Islam bersatu demi Palestina karena kini banyak godaan yang mengganggu umat Islam.
“Saat ini banyak godaan dunia yang mengganggu umat sehingga menjauh dari Islam termasuk zionis yang memiliki niat jahat untuk merusak umat Islam,” kata Miftah.
Usai terpilih sebagai Ketua Umum MUI, Miftachul menekankan pentingnya memberikan pencerahan kepada umat terkait posisi lembaganya yang merupakan mitra pemerintah.
“Situasi kondisi yang mungkin bisa disebut sebagai zaman disrupsi teknologi yang saat ini merupakan sebagai kewajiban kita sebagai pewaris para anbiya, untuk bisa memberikan pencerahan pada umat sekaligus tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah,” kata pria yang akrab disapa Miftah tersebut, Jumat (27/11/2020).












