JEMBER, LINES.id – Komisioner KPU Jember, Ahmad Hanafi menyampaikan sosialisasi pemilukada (Pilkada) serentak kepada pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jember, Kamis (12/11/2020).
Sosialisasi Pilkada serentak di masa pandemi Covid-19 dilakukan melalui video teleconference zoom yang diikuti semua pengurus harian DPD LDII Jember dan ketua PC serta PAC melalui studionya masing-masing.
Ketua DPD LDII Jember Akhmad Malik sangat mengapresiasi kinerja KPU Jember dan menyampaikan bahwa LDII menjadi bagian dari masyarakat Jember yang siap ikut mensukseskan Pilkada serentak di Jember.
Ketua yang terpilih pada Musda IX LDII Jember 17 Oktober 2020 lalu menyampaikan bahwa LDII sebagai ormas Islam berperan netral dan aktif. Netral artinya LDII tidak berpihak pada calon manapun dan tetap menjaga kurukunan serta siap bekerjasama dengan siapapun yang menjadi pemimpin. “Aktif artinya semua warga LDII tidak boleh golput dan dipersilahkan memilih sesuai dengan pilihan hati nuraninya,” tegas Malik.
Baca juga: LDII Hadiri Pelantikan PW DMI Papua Barat
Baca juga: Ponpes Walisongo Binaan LDII Lamongan Terima Penghargaan dari Menteri Kesehatan
Malik menambahkan, semua warga LDII harus ikut mensukseskan Pilkada dan memilih sebagai tanggungjawab untuk masa depan pembangunan kesejahteraan di Jember secara berkelanjutan. “Namun sebagai bagian dari NKRI tetap harus menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan. Jangan sampai gara-gara beda pilihan terjadi perselisihan, pertengkaran dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” tutup Malik.
Protokol Kesehatan Ketat saat Pilkada
Senada dengan yang disampaikan ketua DPD LDII Jember, Ahmad Hanafi mengajak warga LDII untuk datang ke TPS dan ikut andil dalam memilih bupati dan wakil bupati Jember, 9 Desember mendatang.
Hanafi mengingatkan kepada segenap warga baik LDII dan semua warga Jember untuk memilih yang terbaik dari 3 calon yang ada. “Atau kalau tidak, pilihlah yang sedikit kejelekannya, yang pasti suara anda akan menentukan kepemimpinan Jember ke depan,” pinta Hanafi.
Baca juga: HKN, LDII AJak Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19
Baca juga: Segera Launching, Platform E-Edukasi Pondok Karakter Inisiasi LDII
Menjawab pertanyaan bagaimana kalau ada DPT yang sakit atau santri yang sedang mondok. Hanafi menjawab bahwa di setiap TPS akan disiapkan bilik khusus. “Anggota KPPS akan memeriksa suhu tubuh, bila lebih dari 37°C, maka akan diarahkan ke bilik kusus dengan penanganan kusus juga,” terang Hanafi.
Terkait dengan warga yang pindah TPS seperti santri, Hanafi menyampaikan bahwa setiap TPS disediakan 5% dari jumlah DPT dan itu bisa digunakan bagi santri. “Tentu saja karena jumlahnya terbatas, bagi pondok pesantren dengan jumlah santri banyak disarankan untuk pulang ke daerahnya,” katanya.
“Sementara bagi pasien di rumah sakit akan ada petugas kusus yang akan melayaninya,” imbuh Hanafi.
Penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi Covid-19 akan menyiapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua KPPS dan anggota wajib menggunakan APD. Setiap TPS disediakan alat cek suhu tubuh, handsanitizer, tempat cuci tangan dan sabun.
“Kami bersyukur bahwa dalam pemeriksaan rapid tes, semua anggota komisioner KPU Jember non reaktif dari Covid-19,” pungkas Hanafi.












