Laporan Arus Kas
Nova juga menyampaikan laporan arus kas, yang menyajikan informasi mengenai saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir kas umum Aceh pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2019.
Saldo awal kas umum Aceh sebesar Rp 2,92 triliun, mengalami penurunan dalam satu periode sebesar Rp 88,59 miliar sehingga saldo akhir kas diperoleh sebesar Rp 2,85 triliun.
Untuk neraca daerah yang menyajikan informasi mengenai posisi aset, kewajiban dan ekuitas dana untuk tahun yang berakhir per 31 Desember 2019, dilaporkan bahwa posisi aset yaitu sebesar Rp 28,45 triliun. Anggaran itu terdiri dari aktiva lancar sebesar Rp 4,09 triliun dan aktiva tidak lancar sebesar Rp 24,37 triliun.
Baca juga: Kasus Konfirmasi Baru 3 Orang, Angka Kesembuhan Covid-19 Aceh Terus Meningkat
Baca juga: Pelaku Ditangkap, Penusuk Ustaz di Aceh Pecatan Polisi
Sementara untuk kewajiban adalah sebesar Rp 2,75 triliun yang terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp 2,72 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp 23,83 miliar serta ekuitas dana sebesar Rp 25,71 triliun.
Nova menambahkan, pada tahun anggaran 2019, program dan kegiatan yang telah direncanakan pada setiap SKPA telah dapat direalisasikan seluruhnya dengan realisasi keuangan rata-rata di atas 90 persen.
“Atas nama pemerintah Aceh (saya) mengucapkan terima kasih kepada anggota dewan yang telah mengawasi pelaksanaannya serta melaksanakan Rapat Pembahasan Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun 2019 di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia dan Aceh di dalamnya,” kata Nova.












