PALU, LINES.id – Di salah satu sudut jalanan Kota Palu tepatnya di Jalan Abdul Rahman Saleh, Lorong Tumapel, Kelurahan Birobuli Utara, terdapat warna warni yang menyelimuti tembok lorong ini.
Lorong dengan lebar 3 meter dan panjang 50 meter ini memiliki keunikan tersendiri, salah satunya up-cyling yaitu memanfaatkan barang bekas menjadi lebih berguna dan memiliki nilai estetik bagi lingkungan.
Beberapa barang bekas yang dimanfaatkan antara lain ban, sepatu, kayu, papan, kuas, botol, dan beberapa pot bunga.
Baca juga: Pelantikan Pengurus, LDII Jambi Tanamkan Sikap Islam Moderat Religius
Baca juga: BERITA FOTO: Giat Muswil VII LDII Lampung
Heru, salah satu warga yang tinggal di lingkungan tersebut mengatakan bahwa kegiatan untuk merubah lorong menjadi warna warni merupakan inisiatif dari warga sekitar dibantu remaja masjid Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
“Jadi kami para warga juga dibantu para remaja masjid LDII awalanya mengecat tembok di sepanjang lorong ini. Lalu kami hias dengan barang bekas dan kami beri tanaman agar lorong ini menjadi lebih hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan, perawatan di lorong ini terus dilakukan meskipun di masa pandemi. “Para warga dan remaja masjid LDII menyirami tanaman yang ada di lorong tersebut,” katanya.
Baca juga: Buka Muswil VII, Wagub: Kader LDII Totalitas Membangun Lampung
Baca juga: Diskusi LDII-MUI Gunungkidul, Pakar Ekonomi Syariah Kupas Tuntas Wakaf
Berdasarkan laporan, untuk merubah lorong ini menjadi nilai estetik memakan biaya Rp 2,5 juta, dan para pengunjung yang datang ke lorong ini tidak dikenakan tarif biaya.
“Jadi kita disini semua untuk sukarela, dan kalau senang juga sama-sama, jadi kami tidak kenakan tarif biaya,” ucap Heru.
Heru berharap ke depannya masyarakat di Kota Palu bisa saling kerja sama untuk memanfaatkan lorong yang ada di Palu.
“Merubah lorong menjadi bagus itu biayanya tidak mahal. Saya lihat banyak lorong di Palu, tinggal niat dan kreatifitas para warga saja,” pungkasnya.












