Diramal Anjlok Lagi, Emas Drop di Bawah US$ 1.900/oz

Emas anjlok
Ilustrasi pergerakan harga emas dunia (Foto: okezone.com)

 Harga level support

Dia mengatakan, kemenangan Trump kemungkinan akan memicu reli yang signifikan di pasar saham diikuti oleh kenaikan signifikan pada harga emas dan perak, yang akan ditambah dengan harapan bahwa kesepakatan stimulus AS akan segera terlaksana.

Adapun kemenangan Biden, kemungkinan akan berefek pada aksi jual saham. Namun antisipasi stimulus yang jauh lebih besar akan menjadi alasan emas dan perak untuk reli.

Di sisi lain, Ghali memprediksi bakal ada lebih banyak volatilitas yang bisa diantisipasi sebelum Pilpres AS. Dia mencatat bahwa harga level support (batas tahanan bawah) jangka panjang emas pada sisi negatifnya berada di US$ 1.820/troy ons.

“Jika aksi jual di pasar saham menjadi lebih buruk, harga emas mungkin akan terus turun dan menguji level US$ 1.850-1.855/troy ons terlebih dahulu dan kemudian turun lagi ke US$ 1.825/troy ons,” kata Haberkorn.




Baca juga: Semakin Panas! Majalah Prancis Charlie Hebdo Pajang Karikatur Cabul Erdogan

Baca juga: Erdogan Serukan Rakyat Turki Boikot Produk Prancis

 

“Kita bisa melihat level US$ 1.825 per troy ons jika Anda mendapatkan lebih banyak pengumuman penutupan [lockdown] akibat virus corona. Pasar saham bisa semakin ketakutan, yang mungkin akan menarik emas dan perak lebih rendah menjelang pemilihan presiden AS,” katanya.

Menurut ahli strategi pasar senior LaSalle Futures Group, Charlie Nedoss, support pertama emas berada di US$ 1.850, tetapi jika logam jatuh di bawahnya, garis utama berikutnya turun di US$ 1.781,90, yang merupakan rata-rata pergerakan dalam 200 hari. Namun Haberkorn menegaskan, bagaimanapun, setelah semua suara terkait pemilihan berakhir, harga emas akan rebound.

Setelah pilpres selesai, isu stimulus fiskal di AS akan kembali menjadi perhatian. Stimulus fiskal pada akhirnya akan cair siapapun pemenangnya apakah petahana Trump, dengan lawannya Biden.

Namun, nilai stimulus akan lebih besar jika Joe Biden dan Partai Demokrat memenangi pemilihan tahun ini. Saat stimulus fiskal cair, maka jumlah uang yang bereda di perekonomian akan bertambah, dan secara teori dolar AS akan melemah.

“Kemungkinan kesepakatan stimulus akan jauh lebih besar. Dan jika Biden menang, saya pikir logam menguat lebih karena paket stimulusnya akan jauh lebih tinggi daripada apa yang dilihat Trump,” kata Haberkorn.