Prof Basri Modding berharap, pasca dikukuhkan, Prof Masriadi akan tetap terus produktif menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya bagi UMI ke depan, terlebih dalam menyongsong revolusi industry Five Point Zero (5.0).
“Revolusi Industri 5.0, salah satunya adalah keharusan menguasai IT. Perguruan tinggi dituntut untuk menciptakan luaran luaran yang inovatif dengan berbasis IT. Di berbagai belahan dunia saat ini tengah berjuang beradaptasi pada revolusi Indistri 5.0. Prof Masriadi punya keterampilan, inovatif yang terus bergerak. Ini yang dimiliki oleh Prof Masriadi,” beber Prof Basri Modding.
Guru Besar Termuda
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof Dr Jasruddin Daud MSi mengakui jika produktivitas UMI dalam mendorong akademisinya untuk sampai ke tahapan Guru Besar adalah kerja keras bersama civitas akademika.
“Sebagai Kepala LLDikti, saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Dewan Guru Besar UMI Prof Dr H Mansyur Ramli SE MSi yang telah mengukuhkan guru besar lagi. Ini adalah kerja keras dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang akhirnya menciptakan alumni perguruan tingggi yang berkualitas,” bebernya.
Baca juga: KPI FAI UMI Raih Akreditasi ‘B’
Baca juga: Dosen Fakultas Sastra UMI Raih Gelar Doktor di UNM
Prof Jasruddin menyebutkan bahwa Prof Masriadi merupakan Guru Besar termuda di Kawasan Indonesia Timur, bahkan di luar Pulau Jawa. Prof Masriadi berhasil meraih gelar Guru Besarnya di umur 40 tahun.
“Hari ini kita telah mengukuhkan Guru Besar Termuda yang mencapai Guru Besarnya di usia yang baru 40 tahun. Ini tidak lepas dari kerja keras civitas akademika UMI. Saya berharap pengukuhan saudara, dapat bermanfaat dalam menciptakan karya inovatif yang bermanfaat bagi negara, khususnya bagi perguruan tinggi, dalam rangka meningkatkan daya saing,” imbuhnya.
“Artinya dengan berkuliah di UMI, mahasiswa dijamin mendapat layanan semua yang dibutuhkan untuk pengembangan diri mahasiswa. UMI menyediakan semua yang dibutuhkan mahasiswa untuk survive di masa depan,” tutup Prof Jasruddin.
Di momen penting kali ini, terpantau hadir sejumalh pejabat tingggi Senat yang merupakan jajaran petinggi yayasan dan rektorat UMI.












