Sebanyak 2,5 persen dari jumlah penerimaan mahasiswa baru UMI setiap tahun dialokasikan untuk Beasiswa Mahasiswa Binaan bagi mahasiswa baru asal Desa Binaan UMI, salah satunya dari desa Wiringtasi.
Biaya pendidikan mahasiswa asal desa binaan ditanggung penuh oleh UMI hingga menjadi sarjana. Para sarjana asal desa binaan diwajibkan untuk kembali mengabdi ke desa asal masing-masing sebagai Sarjana Pengabdi Desa (SPD).
Infarastruktur yang telah terbentuk sejak lama menjadi modal dasar UMI dalam menyambut pemberlakukan Program Merdeka Belajar dan Kampus Meredeka khususnya dalam pengembangan proyek desa. Dukungan pemerintah pusat dan daerah serta dunia usaha menjadi faktor penting dalam pengembangan proyek desa.
Baca juga: KPI FAI UMI Kembali Reakreditasi, Asesmen Lapangan Dilakukan Daring
Baca juga: Tetap Produktif di Tengah Pandemi, UMI Akan Kukuhkan 5 Guru Besar
Minim lapangan pekerjaan
Permasalahan utama dalam pengembangan desa adalah masih minimya peluang lapangan kerja dan mata pencaharian potensial. Prof Dr Muhammad Hattah Fattah, Ketua Tim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) UMI di Kabupaten Pinrang, menjelaskan, pentingnya inovasi dalam pembukaan lapangan kerja dan penyediaan mata pencaharian potensial pedesaan.
“Keberhasilan membangun desa akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dan menahan laju urbanisasi,” ungkap Prof Hattah.
Prof Hatta menyebutkan, dalam upaya memberikan arah pengembangan dan pencapaian kemajuan pedesaan secara berkelanjutan khususnya melalui Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka disebutkan diperlukan Blue Print Inovasi Desa.
Baca juga: FKG UMI Gelar Stadium General dan Ramah Tamah Bersama Orangtua Maba Tahun 2020
Baca juga: FK UMI Gelar Workshop Tahun ke III, Rumuskan Kebijakan di Fasilitas Kesehatan
“Blue Print Inovasi desa akan menjadi panduan dalam pelaksanaan proyek desa melalui Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Selama ini kita berhasil melakukan pembangunan di berbagai sektor, tetapi terkendala di dalam menjaga kesinambungan pencapaian pembangunan,” beber Wakil Rektor V UMI ini.
Andi Idris, tokoh masyarakat Desa Wiringtasi mengatakan, Blue Print Inovasi Desa sangat penting bagi warga Wiringtasi dan program selanjutnya dalam memberikan kepastian arah pada percepatan kemajuan pedesaan.
“Blue Print Inovasi memberikan kepastian arah dan target pencapaian inovasi secara konkrit menuju kemajuan pedesaan secara berkelanjutan melalui inovasi pengelolaan dan pemasaran potensi lokal pedesaan serta pengembangan jejaring kemitraan,” tutupnya.












