Daerah  

Tingkatkan Kualitas SDM, DPD LDII Gunungkidul Gelar Pelatihan

GUNUNGKIDUL, LINES.id – Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kaya akan potensi wisatanya. Supaya lebih dikenal, diperlukan sumber daya manusia yang aktif mempublikasikan melalui media baik cetak maupun online.

Menyikapi hal tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kabupaten Gunungkidul menggelar pelatihan jurnalistik. Kegiatan ini turut mengundang para pemateri dari LDII News Network (LINES) DIY yang berkompeten dalam melatih para peserta di bidang jurnalistik.

Kegiatan diselenggarakan di Masjid Nurhidayatullah Sumberjo, Karangmojo, Gunungkidul, pada Minggu (27/10)  lalu yang diikuti 16 peserta dari perwakilan Pimpinan Cabang (PC) LDII di Gunungkidul. Turut hadir sekretaris Dewan Penasihat Rustanto, koordinator LINES Gunungkidul Wagino dan Slamet Harsono.

Hadir sebagai pemateri, ketua LINES DIY Atus Syahbudin, S.Hut, M.Agr., Ph.D., sekretaris LINES DIY Yusuf Kurniawan, S.Ikom dan wakil koordinator LINES Bantul Uyun Kusuma, SH.

Atus memaparkan bahwa pemuda mempunyai empat kelebihan yaitu jiwa yang kuat, tubuh yang sehat, mempunyai banyak waktu luang dan mempunyai pikiran yang jernih. Adanya empat kelebihan tersebut menjadi pendukung untuk mencetak generasi yang cerdas dan unggul di bidang jurnalistik.

Dalam pelatihan jurnalistik, peserta diberi pelatihan tentang mempublikasikan kegiatan melalui berita. Mulai dari bagaimana cara mencari informasi hingga menjadi berita yang utuh. “Menjadi seorang jurnalis membutuhkan tekad yang kuat untuk belajar serta aktif menerapkannya dalam bentuk praktik menulis berita,” ujar Uyun.

Pemaparan materi videografi oleh Yusuf Kurniawan, S.Ikom

Selain menulis berita, peserta juga dibekali materi mengenai videografi yang dipaparkan oleh  Yusuf Kurniawan. “Publikasi kegiatan tidak hanya berupa tulisan, bisa juga diwujudkan video singkat yang tetap memuat 5W1H,” jelas Yusuf.

Rustanto berharap adanya pelatihan berkelanjutan mengenai penulisan berita dan videografi. “Bagi yang masih awam, perlu pelatihan lebih lanjut bagaimana cara mengambil foto dan video yang baik, mengedit video hingga publikasinya,” ucapnya.

Diselenggarakannya pelatihan jurnalistik ini, peserta nantinya diharapkan mampu berkarya melalui media dengan menyajikan berita yang cepat dan akurat. Selain itu, menjadi seorang jurnalis yang dapat mengemas informasi menjadi berita yang dapat dinikmati dengan baik dikalangan masyarakat.