Kupas Secara Komprehensif, PK Silin Fakultas Kehutanan UGM Gelar 5 Seri Seminar Daring

UGM
Pemateri Seminar Daring seri pertama, Dr Musyafa dengan judul “Perlindungan Hama dan Penyakit Terpadu pada Pinus merkusii”, Rabu (12/8/2020)

SLEMAN, LINES.id – Kajian terhadap species-species komersial penting di Indonesia perlu dipaparkan dari berbagai sudut pandang keilmuan. Hal ini diharapkan pemaparan menjadi lebih fokus dan komprehensif dalam mengupasnya. Serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam ilmu pengetahuan.

Untuk itu, Pusat Kajian Silvikultur Intensif Hutan Tropis Indonesia (PK Silin) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan 5 seri seminar secara daring yang dilaksanakan setiap hari Rabu.

Pengembangan Pinus Merkusii

Seri pertama Seminar Daring mengangkat topik “Pembangunan hutan tanaman Pinus merkusii untuk mendukung pengembangan produksi kayu dan hasil hutan bukan kayu (HHBK)” dimulai Rabu (12/8/2020).

Pengembangan pemuliaan Pinus merkusii telah dikembangkan sejak tahun 1976 dengan mengkoleksi > 1000 pohon plus dengan tujuan untuk pengembangan produksi kayu. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Fakultas Kehutanan UGM, Perum Perhutani dan Ditjen RLPS Departemen Kehutanan.




Baca juga: PSDIK FKT UGM Laksanakan Ujian Tertutup Daring, Disertasi Ungkap Kehati Gunung Merapi

Baca juga: Dimulai 29 Juni, Mahasiswa KKN-PPM UGM Siap Kembangkan Jogorogo via Daring

 

Selanjutnya, kegiatan pengembangan getah (pinus bocor getah) dimulai pada tahun 2004 atas kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dan Perum Perhutani. Hal itu didasari meningkatnya HHBK dari pinus.

Pengembangan klon-klon pinus bocor getah perlu ditanam dengan pola pertanaman campur dan atau multi klonal. Pola tanaman ini dimaksudkan untuk meminimalkan serangan hama penyakit yang mungkin dapat menyebabkan kegagalan pertanaman klon pinus bocor getah.

Di samping itu, pengembangan teknik penyadapan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas getah pinus yang dihasilkan. Hal tersebut membuka peluang untuk pengembangan tanaman Pinus merkusii guna menghasilkan produk kayu dan non kayu sehingga dapat mendukung kelestarian pengelolaan hutan di masa mendatang.




Baca juga: Pahami Flora Pegunungan, Mahasiswa Dendrologi UGM-ITB-UNS Kuliah Online Bersama

Baca juga: Dosen UGM Melalui Jogja Peduli Bagikan 7 Ribu Handsanitizer Secara Gratis

 

Adapun topik yang dibahas dalam 5 seri seminar ini antara lain Pembangunan hutan tanaman Pinus merkusii untuk mendukung pengembangan produksi kayu dan hasil hutan bukan kayu (HHBK), perhutanan klon jati.

Ketiga, tantangan dan peluang pengembangan hutan rakyat, optimasi pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk mendukung industri pulp dan kayu pertukangan. Kelima, pengelolaan hutan alam tropis untuk mendukung kelestarian produksi dan perlindungan ekosistem.

Narasumber yang diundang dalam seri seminar daring adalah para ahli dari Fakultas Kehutanan UGM yang kompeten di bidangnya masing-masing. Yakni Prof Dr Moh Na’iem dengan paparan berjudul “Strategi Pemuliaan Pinus merkusii untuk Mendukung Pengembangan Produksi Kayu dan Getah”.

Dr Musyafa dengan judul “Perlindungan Hama dan Penyakit Terpadu pada Pinus merkusii”. Serta Dr Sigit Sunarta dengan judul “Rendemen Serta Kualitas Gondorukem dan Tarpentim Getah Pinus merkusii”.