Besarnya Pahala Bersama Besarnya Cobaan Covid-19

Cobaan Covid-19
Ilustrasi pandemi Covid-19 (Foto: tirto.id)

SLEMAN LINES.id – Akibat pandemi Covid-19, sebagian umat Islam mengalami kesulitan ekonomi. Guna menyikapinya, pakar Evaluasi dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat di DIY (2016-2017) menekankan pentingnya keyakinan bahwa Allah SWT sebagai zat pemberi rezeki.

Hal itu lah yang diungkapkan Wakil Sekretaris Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (KPEU MUI) Pusat Dr H Ardito Bhinadi SE MSi. Saat mengisi pengajian online Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalasan, Rabu (12/8/2020).

“Allah yang membentangkan rezeki. Kita harus yakin. Jika usaha sembakonya terdampak, kita harus yakin Allah SWT akan memberikan rezeki dari jalan lainnya. Bagi yang dicoba ekonomi maka itu cobaan Allah dan wujud kecintaan Allah. Tetaplah sabar, tawakal, berprasangka baik, rukun dan kompak. Jatah rezeki kita sudah ada takarannya hingga meninggal dunia nanti,” papar H Ardito.




Baca juga: Wakil Sekretaris KPEU MUI Pusat Ajak Warga LDII Rukun Kompak Hadapi Pandemi Covid-19

Baca juga: Ribuan Warga Ikuti Pengajian Akbar Online LDII, Kiat Hadapi Cobaan Covid-19

 

Besarnya cobaan sebanding dengan besarnya pahala

Ia mengingatkan pula bahwa ketika Allah SWT mencintai suatu kaum maka Dia akan memberikan ujian kepada kaum tersebut. Pahala yang diperoleh pun sebanding dengan besarnya cobaan yang ditimpakan.

“Semakin kuat keimanan seseorang, maka semakin besar ujiannya. Nabi, Rosul, para ulama diberikan ujian oleh Allah SWT dengan ujian yang sangat berat. Ketika Allah SWT mencintai suatu kaum, maka Allah SWT akan mencoba mereka. Maka barang siapa menerimanya dengan ikhlas maka Allah pun demikian. Namun barang siapa marah-marah, benci, maka dia mendapatkan kemurkaan dari Allah SWT,” jelasnya.

Oleh karena itu, keikhlasan umat Islam dalam menerima cobaan Covid-19 sangatlah penting untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Disertai sabar, tawakal, berprasangka baik dan terus mendekatkan diri kepada-Nya serta mewujudkan kerukunan dan kekompakan.




Baca juga: Perilaku Manusia, Kunci Utama Pengendalian Pandemi Covid-19

Baca juga: Rentan Terhadap Wabah Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan Pondok Pesantren

 

Terkait program pemerintah tentang protokol kesehatan, H Ardito meminta warga LDII agar disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak dalam pertemuan-pertemuan.

“Dengan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah, hasilnya pahala, manfaat dunia dan akhirat. Warga LDII pun bisa selamat di masa pandemi ini,” ungkap pengajar pada Prodi Ekonomi Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.