Kuliah Umum dan Lokakarya Virtual UMI, Rektor Tekankan Tiga Program Unggulan

Rektor UMI
Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE MSi.

MAKASSAR, LINES.id – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr H Basri Modding SE MSi menegaskan tiga program unggulan UMI dalam menghadapi program besar Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarin.

Hal ini ditegaskan Prof Basri Modding saat membawakan sambutan dalam Kuliah Umum dan Lokakarya Virtual bertajuk ‘Standarisasi Muatan Pembelajaran Kewirausahaan Universitas Muslim Indonesia’, Kamis (13/8/2020).

Dalam acara yang dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta yang berasal dari pimpinan Fakultas dan dosen pengampu mata kuliah wirausaha. Serta profesional se-UMI dan luar UMI ini, Prof Basri menyebutkan bahwa ketiga program unggulan itu ditarget menjadi standar baru kemajuan dan mampu berkompetisi di semua situasi.




Baca juga: Gelar Kuliah Umum dan Lokakarya Virtual, UMI Akan Hadirkan Sandiaga Uno Sebagai Keynote Speaker

Baca juga: Segera Daftar! Pendaftaran Camaba UMI Gelombang II Berakhir 22 Agustus 2020

 

“Saya kira ini adalah sangat penting khususnya dalam menghadapi merdeka belajar dan kampus merdeka. UMI telah mencanangkan 3 program unggulan yang dilaksanakan untuk mendukung merdeka belajar dan kampus merdeka,” papar alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI.

Tiga program unggulan UMI

“Ketiga program unggulan ini adalah Wirausaha (enterpreneur) Bahasa (Linguistics) alias bahasa asing, dan Informatika teknologi. Melalui 3 program unggulan UMI akan mendorong anak-anak kita mampu beradaptasi dimanapun berada,” sambung Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

Menurut Prof Basri Modding, sederet hal penting itu harus sesegera mungkin dibangun dalam diri mahasiswa agar lebih siap menghadapi kemajuan.

“Ada 3 hal penting untuk membangun semangat enterpreneur. Dimulai dari Learning to Do. Seorang enterpreneur harus berani, berani mengambil keputusan, berani terus bergerak. Keberanian itu sangat diperlukan. Kedua adalah Learning to be. Ini bermakna bagaimana dia menjadi enterpreneur. Dibimbing bagaimana menjadi seorang wirausahawan. Terakhir yakni Learning to Life Together. Seorang enterpreneur harus bisa hidup bersama. Seperti yang ada di kampus kita ditekankan silaturahim,” papar Prof Basri Modding.




Baca juga: Dosen Fakultas Pertanian UMI Beri Solusi Ketahanan Pangan Keluarga

Baca juga: Seminar Internasional FIMA, WD I FK UMI Paparkan Tiga Aspek Utama

 

“Kita mengharapkan semua mahasiswa dapat mengikuti proses itu dalam aktivitas Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Demikian juga dengan bahasa asing kedepan sudah menjadi keharusan, begitu juga dengan informatika,” tambah Rektor UMI.

Kegiatan ini menghadirkan langsung 4 (empat) pembicara. Di antaranya Founder PT. Saratoga Sedaya Tbk Dr H Sandiaga Salahuddin Uno BBA MBA sebagai Keynote Speaker.

Kedua, narasumber lokakarya adalah Dosen DKV-FSRD-UNS sekaligus CEO Lestude Creative Start Up Centre, Ahmad Adib PhD, WR I UMI Dr Ir Hanafi Ashad ST MT, dan terakhir adalah WR V UMI Prof Dr Ir Hatta Fattah MS.

Terpantau hadir diantaranya, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof Dr H Mansyur Ramli SE MSi, Ketua Pengawas YW UMI Prof Dr Syahrir Mallongi, WR II Prof Dr H Salim Basalamah SE MSi, dan WR IV Dr KH Zain Irwanto MA, Ketua Pengendalian Manajemen Inovasi dan Inkubasi YW UMI Dr Asdar Djamerreng SE MM.