Satukan Misi, LPkM UMI Bekali Dosen Supervisi KKN Tematik Covid-19

KKN Tematik Covid-19 UMI
Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr H Basri Modding SE MSi memberikan pembekalan kepada 22 orang Dosen Supervisi, Senin (6/7/2020)

MAKASSAR, LINES.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengadakan pembekalan 22 orang Dosen Supervisi/Pembimbing KKN Tematik Covid-19 di aula LPkM UMI Menara UMI Lantai 3, Senin (6/7/2020). Kegiatan yang dibuka Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE MSi, secara ketat melaksanakan protokoler kesehatan.

Dalam sambutannya, Prof Basri menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan membangun persepsi dan misi yang sama dalam pola pembinaan dan pendampingan terhadap mahasiswa KKN. Serta meningkatkan kepeloporan dan partisipasi mahasiswa untuk ikut memberikan edukasi seputar pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.

Pelaksanaan KKN tahun ini tentu berbeda dengan sebelumnya. Tugas khusus dalam penanganan Covid-19 menjadi perhatian bagi kita di era kenormalan baru (new normal). Karena bukan menjadi jaminan bahwa penyebaran virus akan berkurang, terlebih bukan dimaksudkan bahwa masyarakat bisa beraktivitas dengan bebas.

Kenormalan baru adalah suatu upaya mengembalikan kehidupan masyarakat dengan tetap menjalankan secara ketat protokoler kesehatan. Program KKN Tematik ini diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih produktif dan mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk kepentingan bersama.




Baca juga: Terobosan UMI, Program KKN Tematik Pencegahan dan Antisipasi Dampak Covid-19

Baca juga: Beraksi Lagi, Gerakan 10.000 APD FK UMI Sasar Rumah Sakit dan Puskesmas

 

“Pelatihan ini sangat penting bagi seorang dosen yang akan menjadi pembimbing mahasiswa KKN. Karena dengan pelatihan ini akan memberikan gambaran tugas dan fungsi seorang supervisi sebelum melaksanakan tugas pembimbingan di lokasi KKN,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI.

KKN Tematik Covid-19
KKN Tematik Covid-19 UMI
Sebanyak 22 orang Dosen Supervisi UMI mendapat pembekalan tugas dan fungsi dalam KKN Tematik Covid-19, Senin (6/7/2020)

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program strategis yang mempunyai dampak berganda (multiplier effect). Program ini dalam rangka meningkatkan peran kepemimpinan, kemandirian, dan kepeloporan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang berdampak terhadap masyarakat khususnya dalam penangananan Covid-19.

Hal yang pemnting dilakukan anak-anak kita dalam melaksanakan program KKN Tematik Covid-19 ini adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga mereka tahu dan paham bagaimana cara mencegah penyebaran Covid-19 ini. Misal bagaimana menggunakan masker yang benar, mencuci tangan yang benar sesuai standar dan sebagainya.

Selain itu tugas anak-anak kita adalah mendorong masyarakat untuk lebih produktif dan mampu memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki. Anak-anak kita harus lebih kreatif dan komunikatif dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat. “Hal itu tidak lepas peran supervisi dalam memberikan arahan kepada anak-anak kita bagaimana membangun komunikasi efektif dengan masyarakat,” kata Prof Basri yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI.




Baca juga: Meski Digelar Virtual, Haru dan Bahagia Selimuti 560 Wisudawan/ti UMI Periode Pertama

Baca juga: Diawali Penjemputan Mahasiswa Berprestasi, FT UMI Laksanakan Yudisium via Daring

 

Ketua LPkM UMI Prof Dr H.Ahmad Gani SE MSi melaporkan bahwa pelatihan berjumlah 22 Dosen UMI ini menghadirkan narasumber Prof Dr H Basri Modding SE MSi (Etika dan Peran Dosen Pembimbing KKN), Prof Dr H Mansyur Ramly SE MSi (Filosofi KKN di Perguruan Tinggi), Dr Ir H Hanafi Ashad MT ( KKN Tematik Mandiri), Prof Dr H Ahmad Gani SE MSi (KKN Covid-19: Program dan Laporan).

“Kegiatan yang digelar satu hari ini, berharap kepada dosen peserta pelatihan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik. Membimbing mahasiswa yang melaksanakan KKN Tematik Covid-19,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI.