Jadi Narasumber Talk Show, Ini Pesan Sukardi Weda untuk Para Guru

sukardi weda
Guru Besar Bahasa Inggris UNM Prof Sukardi Weda menjadi narasumber Talk Show bertajuk Wardah Inspiring Teacher, Sabtu (26/11/2022).

MAKASSAR, LINES.id – Paragon Corp menggelar Pelatihan Tahap 3 disertai dengan Talk Show bertajuk Wardah Inspiring Teacher di hotel Four Points by Sheraton Jalan Andi Jemma Makassar, Sabtu (26/11/2022).

Talk show tersebut dihadiri oleh para guru dari berbagai sekolah se-Sulawesi Selatan dan menghadirkan narasumber di antaranya Prof Dr Sukardi Weda, Priska Paramita, Chiki Fawzi, dan Rifqi Suhandri Hutasuhut yang juga Pimpinan Paragon Corp Wilayah Timur Indonesia.

Mengawali presentasinya, dalam rangka merespon pertanyaan host, Prof Sukardi Weda yang juga Guru Besar Bahasa Inggris UNM mengatakan di momen Peringatan Hari Guru perlu dimassifkan Gerakan Menghormati Guru. Menurutnya, bertepatan dengan Hari Guru, perlu ada reward/penghargaan kepada guru berprestasi, guru di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

“Termasuk juga guru yang sudah lama mengabdi tetapi belum juga terangkat menjadi ASN, yakni guru PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bahkan perlu policy atau kebijakan dari pemerintah untuk mengangkat guru PPPK tanpa persyaratan yang rumit,” ujarnya.

Baca juga: Prof Sukardi Weda Menerima Silaturahim Ketua Umum Demisioner UKM se-UNM 2021

Prof Sukardi Weda menambahkan, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Untuk menjadi guru profesional, maka seorang guru diharapkan memiliki 4 kompetensi, yakni kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

“Disamping itu guru juga perlu kompetensi metodik, didaktik, kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural,” ujarnya.

Prof Sukardi Weda yang memulai karir mengajarnya sejak 1990 berpesan untuk guru di hari guru, yakni jadilah guru yang profesional, memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Menjadilah role model bagi peserta didik, dari sisi perilaku dan tutur kata, serta menjadi pribadi sekaligus pelopor untuk melahirkan pemimpin masa depan bangsa ini.

“Guru sering disematkan dengan frase “pahlawan tanpa tanda jasa.” Sesungguhnya saya sebagai seorang profesor adalah jasa guru, menteri, jenderal, gubernur, wali kota, bupati, dan lain-lain adalah wujud jasa dari seorang guru,” ujarnya.

Secara sosiologis, guru adalah agen sosialisasi bagi anak, untuk itu marilah menjadi guru yang dapat menginspirasi peserta didik. Sukardi Weda juga menambahkan bahwa guru adalah profesi mulia dan tidak akan tergantikan oleh teknologi atau mesin. Guru tidak hanya menstransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan tetapi juga sikap (atitude).