MAKASSAR, LINES.id – Musibah gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengundang simpati seluruh masyarakat tak terkecuali institusi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
FK UMI bersama The Association of Medical Doctor of Asia (AMDA) Indonesia mengirimkan tim medis tahap kedua guna membantu masyarakat yang berada di posko pengungsian.
Bertempat di FK UMI, Prof dr H Syarifuddin Wahid PhD SpPA(K) SpF DFM selaku Dekan FK UMI didampingi para Wakil Dekan dan Ketua Unit Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP3M) melepas Tim Medis serta Tim Relawan dari FK UMI bersama AMDA-Indonesia, Jumat (29/1/2021).
Tim ini dikoordinir dan dipimpin langsung oleh Wakil Dekan III FK UMI Dr Syamsu Rijal SpPA MKes dan Ketua UP3M FK-UMI dr Armanto Makmun MKes bersama AMDA-Indonesia, Keluarga Besar Mahasiswa FK UMI (KBMFK-UMI) yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Tim Bantuan Medis (TBM) 110 FK-UMI, dan Dewan Mahasiswa Profesi (DMP) FK-UMI.
Tim terdiri 12 orang di antaranya 3 dokter dan 9 mahasiswa dari BEM, TBM-110 dan DMP yang telah dilengkapi dengan APD standard dan melalui proses screening berupa rapid antigen.
Baca juga: Menyisakan 16 Peserta, Pemilihan Duta Mahasiswa Kampus Islami UMI Masuk Tahap Grand Final
Baca juga: Wakil Dekan IV FAI UMI Raih Gelar Doktor di UIN Alaudin Makassar

Kegiatan tim akan berlangsung selama 1 minggu, dan tim ini merupakan tim gelombang kedua dengan tugas atau fokus utama pada masyarakat di posko pengungsian terkait masalah kesehatan dan trauma healing.
Fokus Penanganan Trauma Healing
Selain Tim Medis yang terdiri dari dokter dan mahasiswa kedokteran, tim juga mengikutsertakan Tim Pendongeng untuk anak-anak korban bencana yang berada di tenda pengungsian.
Tim juga membawa bantuan dari civitas akademika FK UMI dan bantuan dari Majelis Ta’lim UMI yang diperuntukkan untuk warga Mamuju, Majene dan sekitarnya yang terdampak gempa berupa makanan, obat-obatan, pakaian serta APD.
Tim ini akan bergabung dengan posko kesehatan bersama tim yang sudah ada di lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh warga yang terdampak bencana gempa.
Dalam arahannya, Dekan FK-UMI Prof dr H Syarifuddin Wahid PhD SpPA(K) SpF DFM menyampaikan bahwa setelah bencana gempa dengan segala konsekuensinya maka diperlukan pemulihan tidak hanya fisik bangunan dan orang tetapi juga kondisi psikis para korban bencana baik anak-anak, dewasa dan orang tua.
Dekan juga kembali mengingatkan kepada tim bahwa kegiatan ini sangat diperlukan dalam rangka membangun humanisme, rasa kemanusiaan dan sebagai panggilan jiwa untuk mengabdi. “Ini adalah hal penting untuk kita sebagai dokter yang merupakan tanggung jawab melekat dan diharapkan musibah ini sebagai hikmah untuk kita semua,” pungkasnya.












