MAROS, LINES.id – Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Sistem pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersifat semesta. Pelaksanaannya melibatkan seluruh warga negara, wilayah, sumber daya, serta sarana prasarana nasional. Para pelajar, sebagai bagian dari warga negara Indonesia, perlu dibekali pembinaan kesadaran bela negara.
Sehubungan dengan itu, sebanyak 96 siswa-siswi kelas XI SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti pembinaan kesadaran bela negara di Local Education Centre (LEC) Sultan Hasanuddin, Jalan Dakota, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (29/10/2019).
Dalam upacara pembukaan, tampil menjadi inspektur upacara, Kepala Pembinaan Potensi Dirgantara Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pas Baharuddin SPd. Pihaknya menyampaikan sambutan tertulis Komandan Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Haris Haryanto SIP. “Kegiatan ini saya mengharapkan dapat membentuk karakter pemimpin, memiliki mental yang tangguh, pantang menyerah, agamis, jiwa dan fisik yang prima, dan disiplin yang tinggi,” tutur Letkol Pas Baharuddin SPd.
Harapannya, para peserta kegiatan selalu siap dalam menghadapi berbagai macam tantangan. “Serta memiliki tanggungjawab dan moralitas yang baik,” lanjutnya.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini bertajuk “Menyiapkan Generasi Milenial yang Berkarakter Kuat Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Hadir mengikuti upacara penerimaan, wakasek kesiswaaan dan keagamaan Abdul Azis SPd, ketua panita Sumardi Uddin SPdI Lc SH, dan para guru pendamping. Adapun materi kegiatan, antara lain dinamika kelompok, pengenalan pembinaan potensi kedirgantaraan (binpotdirga), psikologi, peraturan baris berbaris, empat konsep kebangsaan, wawasan kebangsaan, dan mengunjungi hanggar pesawat.
Sementara itu, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim SPd MPd menyampaikan, tahun 2019 ini adalah tahun kedua SMA Islam Athirah Bukit Baruga melaksanakan pembinaan kesadaran bela negara di Lanud Sultan Hasanuddin. “Tujuannya adalah kesadaran anak-anak kita tentang bela negara itu sendiri. Semoga setelah mereka mendapatkan pelatihan, mereka mendapatkan pembentukan karakter yang kuat menghadapi tantangan bangsa kedepan,” ujar Ridwan.
Disamping mendapatkan wawasan, tutur Ridwan, para siswa-siswi diharapkan akan memperoleh keterampilan seperti keterampilan baris berbaris dan berkomunikasi. Selain itu, terbentuknya perubahan sikap dan perilaku. “Setelah mengikuti pembinaan kesadaran bela negara ini, kita berharap mereka memiliki nilai tanggungjawab yang lebih baik, disiplin, bisa menghargai orang lain, menghargai waktu, dan hal-hal yang positif lainnya,” tutupnya.












