MAKASSAR, LINES.id – Dua dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) dr Rachmat Faisal Syamsu MKes dan dr Zulfitriani Murfat MKes menerbitkan buku berjudul ‘Dunia yang Berubah’.
Buku yang dilaunching tepat hari Santri 22 Oktober 2020 lalu sebagai bentuk aplikasi dari program Pengabdian Masyarakat lewat Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI.
Buku yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Taman Ilmu ini berisi 10 Bab yang di dalamnya ada 103 halaman (tidak termasuk daftar isi dan sepatah pengantar).
Buku ini telah diproduksi dalam bentuk E-Book yang bisa diakses di perpustakaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) agar membantu masyarakat luas mengakses secara gratis.
Saat ditemui, Zulfitriani Murfat mengatakan, awalnya ia besama dr Syamsu tidak memikirkan untuk menerbitkan buku yang bertemakan Corona Virus Disease (Covid-19), Senin (16/11/2020).
Baca juga: Prodi PAI FAI UMI Kembali Reakreditasi
Baca juga: CEO Media Group: UMI adalah Tempat Pendidikan Berkualitas
Ia dan dr Syamsu merupakan salah satu tim pengabdian masyarakat UMI. Saat melakukan program yang merupakan manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi ini tiba-tiba inspirasi menulis buku bertemakan Covid-19 muncul.
“Kita bikin buku ini bisa dibilang tidak sengaja. Tidak ada tema tertentu tetapi ini adalah bagian dari kegiatan pengabdian di UMI lewat kegiatan LPkM di UMI. Kalau arahnya pak dokter Syamsu memang lebih ke arah literasi yang sudah pernah mengeluarkan sejumlah buku. Namun tidak seperti buku yang saat ini sudah diterbitkan,” ungkap Zulfitriani.
“Tetapi pas pengabdian kita pikirkan mau ambil tema apa eh tiba-tiba covid dan sampai sekarang belum ada solusi yang tepat dari beberapa Negara, akhirnya saya dan dokter Syamsu ambil tema covid aja, biar orang lebih faham. Kan selama ini ada cerita ini dan itu bahkan ada yang bertanya covid ini ada atau tidak ada, jadi awal mulai ceritanya begitu,” sambungnya.
Ringkasan Buku
Sementara itu, dr Syamsu menyebutkan, dalam buku yang bercover gambar bumi dibungkus Masker dan Kacamata Google layaknya atribut tenaga kesehatan ini menceritakan banyak hal sebelum masuk ke tema utamannya yakni ‘Dunia yang Berubah’.
“Di dalam, kita cerita sejarah awal mula pandemi itu terjadi, bahwa itu bukan siklus yang berulang di antara seratus tahun bahkan beberapa tahun belakangan cenderung memendek di 10 tahun,” kata dr Faisal Syamsu.
Di bab berikutnya, kata dr Syamsu, digambarkan tentang bagiamana pandemik ini dikuasai oleh virus dalam beberapa waktu terakhir. Meski diakui jika pandemik tidak selamanya disebabkan oleh virus terkadang juga bakteri.
Baca juga: Laboratorium Mikrostruktur FT UMI Kini Miliki Alat Energy Dispersive X-ray Spectrometer
Baca juga: Rapat Persiapan Second International Conference, Rektor UMI: Maksimalkan Kolaborasi Penelitian
“Di bab berikutnya lagi kita buat tentang model pengobatan-pengobatan tertentu pada pasien yang terinfeksi corona dan proses pembuatan vaksin. Selama ini vaksin dibuat cukup memakan waktu tetapi ini dipangkas yang kurang lebih enam bulan ini sudah tersedia vaksinnya. Di buku itu kita lihat tentang proses pembuatan vaksin,” bebernya.
Pada bab terakhir, disebutkan dr Syamsu, menggambarkan tentang dunia saat ini yang telah berubah semenjak gempuran Covid-19 menghantam mayoritas penjuru bumi.
“Di bab terakhir itu cerita tentang dunia yang berubah bahwa ternyata kebiasaan hidup orang sekarang sudah berubah. Pendidikan yang dulunya harus bertemu pergi ke sekolah kampus, kini harus online dan lain sebagainya,” tuturnya.
Ia dan koleganya berencana akan melanjutkan pembaharuan buku tersebut agar lebih sempurna ke depannya. Ia memastikan buku tersebut sangat mudah dipahami oleh siapapun karena pemilihan diksinya yang dinilai cukup sederhana.












