MAKASSAR, LINES.id – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar penyumpahan lewat yudisium Program Studi Profesi Insinyur secara virtual, Kamis (22/10/2020).
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di antaranya Sekjen Kementerian Peridunstrian RI Achmad Sigit, Ketua PPI Pusat Heru Dewanto, Kepala LLDikti IX Prof Jasruddin Daud, dan sejumlah petinggi industri BUMN maupun BUMS.
Dalam laporannya, Dekan FTI UMI Dr Ir H Zakir Sabara HW ST MT IPM ASEAN Eng l mengungkapkan jika untuk angkatan yudisium kali ini, FTI UMI mengukuhkan sebanyak 227 insinyur baru. Sehingga total alumni PSPI FTI UMI sebanyak 999 orang.
“Wisuda Angkatan ke 8 profesi insinyur ini kami bersyukur karena masyarakat masih mempercayayai FTI UMI untuk menggelar program Profesi Insinyur. Kali ini ada 227 insinyur yang mengikuti penyumpahan, dari 237, 10 di antaramya masih mengukuti jalur reguler,” papar Zakir Sabara.
Baca juga: FT UMI Yudisium 212 Calon Wisudawan Periode II Tahun 2020
Baca juga: Yudisium FT UMI Periode II Tahun 2020, Wakil Rektor II UMI Bekali Tiga Hal

“Sehingga jumlah alumni profesi insinyur FTI UMI sudah sebanyak 999 orang alumni. Ini angka cantik, kurang 1 untuk untuk mencapai 1000,” sambung Zakir.
Zakir menyebutkan, penyumpahan profesi insinyur kali ini diberi nama penyumpahan keinsinyuran nusantara, karena diikuti oleh peserta dari berbagai daerah se-Indonesia, bahkan luar negeri.
“Kami sebut ini wisuda keinsinyuran nusantara karena dihadiri berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada dari Qatar, para pejabat industri nasional dan lain sebagainya,” tutur Zakir.
Inovasi adalah tugas insinyur

Sementara itu, Prof Jasruddin dalam sambutannya menyebutkan bahwa pendidikan vokasi lewat program profesi, salah satunya insinyur sangat dibutuhkan saat ini untuk meningkatkan kualitas alumni dalam hal kemampuan praktik.
“Indonesia semakin cerdas dengan pendidikan vokasi. Angka partisipasi yang selalu meningkat. Kita cukup berhasil dibandingkan dengan yang lain,” beber Prof Jasruddin.
Wakil Rektor III UMI Prof Dr H Laode Husen mengatakan, proses penyumpahan bagi insyinyur baru merupakan bukti kepakaran dalam kemampuan bidang ilmu tertentu. Sehingga tanggung jawabnya sangat besar teruntuk kemajuan bangsa dan negara.
Baca juga: Jelang Wisuda, Calon Wisudawan S1 FTI UMI Ikuti Workshop SKPI
Baca juga: Wakil Dekan III FT UMI Paparkan Empat Manfaat Orang Berilmu
“Selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan seluruh proses. Pada hakikatnya, penyumpahan ini menunjukan bahwa peserta penyumpahan telah menunjukan tingkat kematangan yang sangat jelas. Kematangan ini menunjukan tentang proses perubahan kepribadian dalam bingkai 3 kecerdasan seperti yang diprioritaskan UMI yakni kecerdesan spiritual, intelektual dan emosional,” kata Prof Laode.

Sementara itu, Ketua PP Pusat Heru Dewanto membeberkan, kemampuan yang inovatif menjadi tanggung jawab besar bagi setiap alumni program profesi insinyur hari ini dan di masa akan datang.
“Orang bilang semakin banyak pendidikan semakin banyak peluang yang terbuka, semoga dengan gelar baru dapat membuka cakrawala. Kepada UMI kami mengapresiasi atas konsistensinya mengelola prodi yang masih baru ini,” tukasnya.
“Inovasi adalah tugas insinyur. Jadi insinyur bertanggung jawab atas kemajuan inovasi yang ada di dunia ini. Oleh karena itu tidak berlebihan jika saya sebut, semakin inovatif insinyur nya di suatu bangsa, maka semakin sejahtera pula rakyatnya,” tutupnya.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan pin emas kepada 6 tokoh berpengaruh dalam penyelenggaraan profesi insinyur di Indonesia.












