MAKASSAR, LINES.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) secara resmi memberlakukan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka bagi mahasiswa Angkatan Tahun 2019/2020. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UMI, Prof Dr H Basri Modding,SE MSi dalam sambutan pada Rapat Senat UMI pada tanggal 1 September 2020 yang lalu.
Pada Semester Genap Tahun Ajaran 2021/2022 atau sekitar September 2022 mahasiswa UMI akan menjalankan pembelajaran di luar kampus dengan memilih satu kegiatan. Di antaranya delapan alternatif yakni wirausaha, magang/praktik industri, pertukaran mahasiswa, penelitian/riset, studi/proyek independen, proyek kemanusian, mengajar di sekolah, dan proyek di desa.
Rektor UMI telah menetapkan Tim Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang diketuai oleh Dr Ir Hanafi Ashad MT, Wakil Rektor Bidang Akademik UMI. Proyek di desa salah satu kegiatan yang akan dipersiapkan UMI dalam menyambut pemberlakukan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.
Baca juga: UMI Kukuhkan Guru Besar Akuntasi dan Guru Besar Kelautan-Perikanan
Baca juga: Dirut PT Ukhuwah UMI Teknik Calonkan Diri Jadi Ketua DPD REI Sulsel
Desa Binaan UMI

UMI memiliki keunggulan dalam pengembangan pedesaan di Indonesia berdasarkan pengalamanan membina 35 desa di Kawasan Timur Indonesia sejak tahun 1985. Ketiga puluh lima desa binaan awalnya adalah desa tertinggal dan saat ini satu di antaranya yakni Desa Wiringtasi di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.
Desa ini telah ditetapkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menjadi desa prioritas nasional sebagai desa tertinggal.
Pengembangan desa tertinggal dilakukan melalui Program Desa Binaan. Pengembangan Desa Binaan UMI dilakukan secara tertintegrasi dengan Program Zakat Pendidikan dan kemitraan dengan pihak terkait.
Sebanyak 2,5 persen dari jumlah…












