NGLIPAR, LINES.id – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tengklik, Nglipar, Gunungkidul melatih kemandirian remaja dengan bercocok tanam sayuran.
Sebanyak 26 remaja LDII menanam sayuran kangkung dan mentimun. Remaja LDII memanfaatkan ladang warga yang kosong untuk menanam sayuran. Mereka menanam dan merawat sayuran bersama-sama. Setelah panen, hasil sayuran dijual di lingkungan sekitar rumah. Adapun hasil penjualan dijadikan modal untuk pembelian benih tanaman dan sisanya dikumpulkan sebagai uang kas.
Subandi selaku pembina PAC Tengklik mengatakan, kami melatih remaja LDII bercocok tanam agar mereka mandiri dan bisa memanfaatkan ladang di sekitarnya sehingga bernilai jual.
Baca juga: Terima Kunjungan FKUB dan Kesbangpol, LDII Sleman Komitmen Jaga Kerukunan Umat
Baca juga: Salat Jumat di Masjid, Ini Protokol Kesehatan yang Diterapkan LDII Mimika Baru
Ia berharap agar remaja LDII terus semangat dan terus belajar. “Jangan pernah merasa puas. Dan kami selaku pembina akan mengajarkan mereka menanam tanaman yang lain seperti buah-buahan dan palawija,” ucapnya.
Marsih salah satu remaja LDII yang mengikuti kegitan ini mengatakan, kegiatan kemandirian ini sangat baik dan harus dilanjutkan. “Karena yang tadinya kita tidak tahu cara bercocok tanam, setelah mengikuti kegiatan ini kita mengetahui bagaimana bercocok tanam yang benar,” ungkapnya.
Bercocok tanam, kata Marsih, adalah mayoritas pencaharian orang tua kami. “Kegiatan ini bisa menjadikan remaja mandiri, kreatif dan melatih rasa tanggungjawab,” ujar Marsih.
Baca juga: Perkokoh Ukhuwah, LDII Kunjungi Kantor Kementerian Agama Gunungkidul
Baca juga: Terima Kunjungan Kemenag Kabupaten Polman, Ketua LDII Sulbar Sampaikan Pesan
Bercocok tanam melatih tanggung jawab
Selain mencetak generasi yang mandiri, kegiatan ini dapat menambah kerukunan dan kekompakan antar remaja serta melatih tanggungjawab. Sebagai contoh, remaja diberi tanggungjawab menyiram tanaman dan membersihkan rumput di sekitar tanaman sesuai jadwal yang telah disepakati.
Sementara itu, kegiatan kemandirian ini sudah dijalankan beberapa tahun terakhir. Sebelum bercocok tanam, mereka dibekali ilmu terlebih dahulu oleh salah satu pembina remaja PAC LDII Tengklik. Di antaranya pelatihan pemilihan benih, penanaman, perawatan, pemanenan, bahkan sampai penjualan.
Sejalan dengan kegiatan tersebut, LDII mempunyai program tri sukses dalam pembinaan generasi penerus dari usia dini hingga remaja. Tri Sukses tersebut yakni generasi yang alim-faqih, berakhlakul karimah dan mandiri. Bercocok tanam juga dalam rangka mewujudkan generasi yang mandiri.












