SURABAYA, LINES.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam menyejahterakan masyarakat, menjalankan program dengan nama Nawa Bhakti Satya yang berarti sembilan janji kerja untuk berbakti ke Jatim agar mulia.
Nawa Bhakti Satya terdiri dari Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas dan Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah, Jatim Agro, Jatim Amanah, Jatim Berdaya, dan Jatim Harmoni. Kesembilan program utama itu diwujudkan dalam tagline, berupa prinsip kerja yang Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, dan Responsif (CETTAR).
“Program kerja Nawa Bhakti Satya menjadi framework Pemprov Jawa Timur yang dikerjakan oleh banyak lembaga dan instansi. Semuanya bergerak bersama dan mencapai titik temu, untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Timur,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah dukung aplikasi Pondok Karakter
Khofifah, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur mengatakan, pandemi ini memang menciptakan kontraksi, bahkan Jawa Timur mengalami minus pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9 persen.
Baca juga: Ketua LDII Mimika Hadiri Undangan Workshop Pembinaan Manajemen Masjid
Baca juga: Hadir Sebagai Narasumber Talkshow FKUB, Ketua LDII Gunungkidul Bicara Sejarah Kemerdekaan
“Namun masih terendah di seluruh Jawa. Sementara angka PHK mencapai 4 persen juga terendah di Pulau Jawa,” ungkap Khofifah. Menurut Khofifah, perubahan akibat pandemi ini harus disikapi dengan karakter yang kuat.
“Pendidikan karakter yang selama ini bisa dilakukan dalam keluarga atau pesantren, cukup sulit bila dilakukan secara virtual. Untuk itu saya mendukung LDII yang mengembangkan aplikasi Pondok Karakter. Karena dalam pandemi ini butuh kreatifitas untuk tetap membangun karakter bangsa, di saat pertemuan langsung dibatasi,” papar Khofifah.
Ia menganalogikan, membangun karakter memerlukan contoh atau teladan, namun di saat sekolah atau pesantren memberi pelajaran melalui virtual, pemberian teladan ini menjadi tidak mudah.
Khofifah mengingatkan kepada para peserta Muswil LDII Jawa Timur, agar terus mengedepankan pendidikan atau ilmu. “Kita sering diajarkan untuk mendapatkan dunia, ukhrowi (akhirat) atau keduanya dengan ilmu. Untuk itu saya mendukung LDII yang memasukkan pendidikan dalam program kerjanya,” kata Khofifah.
Baca juga: Hadiri Pisah Sambut Kajari, Ini Harapan LDII Indragiri Hilir
Baca juga: Kemeriahan Lomba Kemerdekaan RI ke 75 LDII Mimika Baru
Ia juga mendukung konsep bekerja sama yang diterapkan LDII. “Kita menghadapi kompetisi raksasa di luar, bahkan monster ekonomi, bila yang kecil-kecil bersatu maka akan menjadi kuat. Dan selanjutnya menjadi besar,” kata Khofifah.
Ia mencontohkan keberhasilan LDII dalam energi terbarukan, “Listrik-listrik dari energi terbarukan yang kecil-kecil milik LDII itu, bila digabungkan bisa menjadi megawatt. Di sinilah pentingnya bekerja sama bukan berkompetisi,” pungkasnya.
Muswil IX DPW LDII Jawa Timur
DPW LDII Jawa Timur menggelar Muswil IX, untuk memilih ketua dan jajaran pengurus masa bakti 2020-2025, Sabtu (29/8/2020). Acara tersebut dihelat di Aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Surabaya, Jawa Timur. Acara Muswil LDII Jawa Timur tersebut dihelat secara daring.
“Acara ini dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Zoom dan Senkom Digital Communication,” ujar Ketua Panitia Muswil LDII Jawa Timur, Dadang Zahrawanugraha. Muswil secara daring ini, dilaksanakan sehubungan masih tingginya pandemi Covid-19 di Surabaya.
Baca juga: 5 Kepala Daerah Cantik dan Berprestasi dalam Kegiatan LDII
Baca juga: Remaja LDII Kabupaten Paser Harus Naik Bukit demi Sinyal untuk Ikut Pengajian Online
Acara tersebut, menurut Dadang, diikuti 38 kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Mereka berada di 38 studio mini, tersebar dengan peserta ulama, pengurus pleno DPW LDII Jawa Timur, pengurus pleno DPD LDII, dan peninjau.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPW LDII Amien Adhy menyatakan tema Muswil adalah “Membangun Jatim Cerdas, Sehat, dan Harmoni Melalui Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Profesional Religius”.
Menurut Amien Adhy, tema ini diangkat, karena program kerja LDII banyak yang beririsan dengan program kerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Yakni delapan klaster program kerja DPW LDII yang diadopsi dari Rakernas DPP LDII banyak bersentuhan dengan Nawa Bhakti Satya.












