Reviewer LPDP Kupas Syarat Lolos Beasiswa ke Luar Negeri

Beasiswa Luar Negeri
Reviewer beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Atus Syahbudin SHut MAgr PhD.

SLEMAN, LINES.id – Di tengah pandemi Covid-19, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Brawijaya Kampus Kediri menyelenggarakan webinar bertajuk “Super Easy to Increase an Education with Scholarship”, Sabtu (15/8/2020).

Webinar dilaksanakan karena animo masyarakat untuk memperoleh beasiswa ke luar negeri semakin meningkat. Namun sayangnya tidak banyak yang mengetahui bahwa untuk mendapatkannya diperlukan persiapan jauh-jauh hari. Mulai dari apa saja persyaratan yang diminta dan dokumen mana saja yang perlu disiapkan.

Untuk itu, webinar menghadirkan reviewer beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Atus Syahbudin SHut MAgr PhD dan salah satu penerima beasiswa LPDP 2019, Mhd Fauzi dengan moderator acara Ambar Kusuma.

Beasiswa luar negeri
Peserta webinar BEM Universitas Brawijaya Kampus Kediri, Sabtu (15/8/2020).

Atus Syahbudin memaparkan bahwa banyak orang yang ingin ke luar negeri, namun baru sebatas keinginan, belum diikuti dengan aksi. “Biasanya jika cita-cita sekolah ke luar negerinya belum begitu mantab, aksi pun minim dilakukan. Padahal penting sekali untuk mengetahui semua persyaratannya, termasuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing,” jelasnya yang juga sebagai Sekretaris Prodi Kehutanan, Fakultas Kehutanan UGM.




Baca juga: Reviewer LPDP Bekali Ratusan Mahasiswa Raih Beasiswa Luar Negeri

Baca juga: Reviewer LPDP: Public Speaking Lejitkan Karir dan Prestasi Mahasiswa

 

Ia pun menekankan agar cermat dalam melihat visi misi pemberi beasiswa. Penerima beasiswa MEXT Jepang 2008-2013 mengatakan, pencari beasiswa haruslah berusaha supaya memperoleh nilai maksimal pada poin-poin yang sejalan dengan visi misi pemberi beasiswa. Seperti beasiswa LPDP yang mengharuskan penerima wajib kembali ke tanah air usai melanjutkan sekolah.

Adanya keharusan penerima beasiswa LPDP untuk kembali ke Indonesia, sudah sepantasnya pula melakukan kegiatan cinta tanah air. Seperti sukarela mengembangkan masyarakat Indonesia melalui pengabdian, penelitian maupun kegiatan organisasi. Dengan demikian, sangsi pengembalian beasiswa LPDP tidak terjadi sebagaimana yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

Kemampuan Bahasa Inggris

Kemampuan Bahasa Inggris menjadi penting bagi calon penerima beasiswa LPDP. Namun tidak sedikit yang masih minim kemampuan Bahasa Inggrisnya. “Bagi yang masih memiliki banyak keterbatasan dalam berbahasa Inggris, seringlah membaca dan mendengarkan Bahasa Inggris kapan saja,” ungkap Mhd Fauzi.

“Dulu, saya memulai Bahasa Inggris dari nol, tidak bisa apa-apa. Tapi karena saat lulus S1 harus mempunyai TOEFL 450, saya pun terpaksa berlatih setiap hari secara otodidak,” ucapnya.




Baca juga: Kupas Secara Komprehensif, PK Silin Fakultas Kehutanan UGM Gelar 5 Seri Seminar Daring

Baca juga: PSDIK FKT UGM Laksanakan Ujian Tertutup Daring, Disertasi Ungkap Kehati Gunung Merapi

 

Alana, sebutan akrabnya, mengatakan peluang besar mendapatkan beasiswa LPDP adalah karena kemampuan Bahasa Inggris, pengalaman akademik dan non akademik. “Untuk itu, niat untuk mendapatkan beasiswa LPDP membuat saya semakin bersemangat belajar Bahasa Inggris,” terang Fauzi.

Peserta terlihat antusias mengikuti webinar yang berlangsung selama dua jam ini. Banyak pertanyaan yang muncul dari peserta mengenai berbagai persyaratan beasiswa dan kiat agar berpeluang besar lolos memperoleh beasiswa ke luar negeri. Beberapa peserta mengaku puas karena termotivasi untuk tidak putus asa dalam mencari beasiswa. Banyak peserta berharap acara serupa dapat diselenggarakan kembali di lain waktu.

“Acara online ini membuat saya terpantik untuk lebih giat berprestasi dalam segala aspek selama berproses di perkuliahan. Supaya saya mampu menjadi salah satu penerima beasiswa LPDP,” ujar Sony.

Chanifan, Intan, Shaffa, dan Arsyad pun sepakat, acaranya seru dengan pemateri sangat inspiratif. “Senang sekali dapat berkesempatan mendengarkan pemateri yang super keren penyeleksi beasiswa LPDP Pak Atus beserta Awarde Kak Alano yang menginspirasi agar tidak putus asa menggapai beasiswa”.