Andi Sudirman menyebut bahwa keuangan syariah saat ini tidak hanya digeluti oleh pelaku ekonomi yang berlatar belakang muslim, namun juga non-muslim. Hal itu didasari pada pengelolaan sistem yang lebih baik.
“Peran strategis untuk keuangan syariah ternyata bukan hanya digeluti oleh orang-orang muslim. Namun juga digeluti oleh orang non muslim. Misalnya pengelolaan hotel, makanan yang berbasis syariah. Ini tidak lain dengan target market alias pasar yang lebih ramah terhadap keberlangsung hidup manusia dan alam,” tutur Wagub yang berlatar belakang pengusaha ini.
Sustainability Development Goals
Sementara itu, Ketua Harian MES Sulsel Dr Mukhlis Sufri SE MSi dalam pemaparannya menjelaskan. Kerusakan lingkungan, pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) kian serius dan menakutkan. Menimbulkan dampak negatif yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia dan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat.
“Berbagai pihak menuding bahwa penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan. Serta krisis sosial-lingkungan selama ini adalah akibat dari strategi dan kebijakan pembangunan yang tidak ramah lingkungan dan pro rakyat,” bebernya.
Baca juga: Ombudsman Serahkan LAHP Dugaan Maladministrasi Pemerintah Desa Pidara
Baca juga: Musda I MUI Mamuju Tengah, Fokus Kedepankan Pembinaan Umat
Green sharia economy, kata Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI, merupakan suatu model pendekatan pembangunan ekonomi. Dimana tidak mengandalkan pembangunan ekonomi berbasis eksploitasi sumberdaya alam dan lingkungan yang berlebihan. Tetapi mendukung Sustainability Development Goals.
“SDGs memiliki tujuan antara lain, tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak. Energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi dan infrastruktur. Berkurangnya kesenjangan kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim.
Ekosistem laut, ekosistem daratan, perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, dan kemitraan. Ini menjadi pendorong semangat MES Sulsel untuk banyak terlibat dalam pembangunan ekonomi masyarakat,” ujarnya












