Kabupaten Ngawi Kembangkan Sektor Pariwisata Melalui Pelestarian Alam Gunung Lawu

Gunung lawu
Pelestarian keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang ada di lereng utara Gunung Lawu dilakukan guna menarik wisatawan ke Kabupaten Ngawi.

NGAWI, LINES.id – Kabupaten Ngawi, Jawa Timur saat ini masih fokus pada pengembangan destinasi alam di kawasan lereng utara Gunung Lawu yang terdiri dari empat kecamatan. Yakni Kendal, Sine, Ngrambe, dan Jogorogo (Kenebejo). Pengembangan jalur wisata Kenebejo terus dioptimalkan untuk menarik minat wisatawan ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Kenebejo merupakan destinasi wisata andalan Ngawi. Namun kini Kenebejo berfungsi sebagai wilayah perlindungan serta pelestarian keanekaragaman hayati dan sumber mata air. Sebelumnya pada tahun 2014, Kecamatan Sine telah mengembangkan Desa Wisata Hijau Girikerto (DeWiGiri) dan obyek wisata baru Sumber Koso.

Obyek wisata tersebut dipelopori oleh Atus Syahbudin SHut MAgr PhD bersama 6 periode mahasiswa KKN UGM dan memperoleh banyak apresiasi. Antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (BAPPELITBANG), Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Ngawi serta PT Candi Loka yang mengelola perkebunan teh Jamus.




Baca juga: PSDIK FKT UGM Laksanakan Ujian Tertutup Daring, Disertasi Ungkap Kehati Gunung Merapi

Baca juga: Dimulai 29 Juni, Mahasiswa KKN-PPM UGM Siap Kembangkan Jogorogo via Daring

 

Pemkab Ngawi mengharapkan kerja sama berkelanjutan agar sektor pariwisata di Ngawi semakin maju, masyarakat sejahtera dan alam senantiasa lestari. “Konektivitas antar destinasi wisata, perbaikan infrastruktur dan promosi Kenebejo perlu digalakkan,” kata Totok Sugiarto, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disporabudpar Ngawi.

Meski pandemi Covid-19 dan menghadapi normal baru (new normal) khususnya di sektor pariwisata, pelestarian keanekaragaman hayati Gunung Lawu tetap dilaksanakan.

Bekerjasama dengan Pemkab Ngawi, Perkebunan teh Jamus PT Candi Loka, pramuka Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN) Sakocab. Ngawi, dan Komunitas Pekarangan dan Kebun Pangan Indonesia. Mahasiswa KKN PPM UGM Periode 2 Tahun 2020 yang dipimpin oleh Koordinator Unit Zulfa Parulian Alzuhdy dan 4 koordinator sub-unit Haryo Bayu Wibisono, Hilal Noor Ubaidillah, Abdurrahman Sabili R, dan Erric Maulana Ibrahim akan turut berkontribusi meskipun secara daring.

Mengangkat tema “Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 guna Mendukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo, Ngawi”. Didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Atus Syahbudin SHut MAgr PhD sekaligus dosen Fakultas Kehutanan dan Korwil Dr Moh Masrukhi MHum dari Fakultas Ilmu Budaya.




Baca juga: Pahami Flora Pegunungan, Mahasiswa Dendrologi UGM-ITB-UNS Kuliah Online Bersama

Baca juga: Reviewer LPDP Bekali Ratusan Mahasiswa Raih Beasiswa Luar Negeri

 

Program pelestarian keanekaragaman hayati Gunung Lawu

KKN UGM Periode 2 tahun ini, Atus berharap, masyarakat semakin berdaya dan memunculkan pemuda-pemuda desa yang bersemangat di dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap melestarikan alam Gunung Lawu. Hal ini penting demi keberlanjutan program-program KKN yang telah diinisiasi oleh UGM.

“Dengan demikian, keberadaan wilayah Kendal-Sine-Ngrambe-Jogorogo yang memeluk lereng utara Gunung Lawu akan semakin lestari keanekaragaman hayatinya dan semakin sejahtera masyarakatnya. Tentu berkat kerja sama antara UGM, Pemkab Ngawi dan masyarakat setempat,” ungkap Atus yang menyukai tridarma perguruan tinggi di hutan pegunungan.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BAPPELITBANG Kabupaten Ngawi, Sargian Januardy SH MM mengatakan, masyarakat perlu diberdayakan kemampuan IT-nya untuk memasarkan wilayahnya. “Apalagi saat ini Agro Techno Park (ATP) Ngawi telah selesai sehingga mohon dapat disinergikan. Demikian pula penyusunan master plan dan pembaharuan website desa. Serta pengusahaan tanaman telang (Convolvulus pluricaulis) di pekarangan masyarakat,” paparnya.




Baca juga: Direktur Hortus Botanicus Leiden dan Pakar NBC Kuliahi Mahasiswa Dendrologi UGM

Baca juga: Dosen Dendrologi UGM Dorong Pelestarian Kehati Gunung Merbabu

 

Usulan Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BAPPELITBANG Kabupaten Ngawi sejalan dengan beberapa program KKN UGM yang dilaksanakan mulai 29 Juni hingga 18 Agustus 2020.

Program KKN UGM tersebut antara lain penyusunan master plan Desa Jaten dan Desa Brubuh, pemberdayaan perangkat desa dan pemuda guna optimalisasi website desa dan media sosial untuk mendukung promosi wisata alam dan inisiasi homestay di lereng utara Gunung Lawu.

Mencerdaskan masyarakat mengenai kenormalan baru dan protokol kesehatan yang benar, mengolah limbah organik rumah tangga dan pertanian menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dengan teknologi ember tumpuk. Serta memproduktifkan pekarangan selama pandemi Covid-19 dengan tanaman pangan, herbal dan hias.