Dimulai 29 Juni, Mahasiswa KKN-PPM UGM Siap Kembangkan Jogorogo via Daring

KKN-PPM UGM
Usulan program KKN-PPM UGM via daring Webex yang akan dilaksanakan 25 mahasiswa di Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi.

SLEMAN, LINES.id – Menindaklanjuti Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Serta Surat Edaran Rektor UGM Nomor 1606/UN1.P/HKL/TR/2020 mengenai tanggap darurat Covid-19 di lingkungan UGM.

Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM pada tahun 2020 ini diselenggarakan secara daring (online).

“Kita tidak ingin ada kasus positif Covid-19 dengan diterjunkannya KKN di lokasi, demikian pula sebaliknya,” jelas Kepala Subdirektorat KKN, Dr Ir Ambar Kusumandari MES. Saat memberikan pembekalan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) beberapa waktu lalu.




Baca juga: Pahami Flora Pegunungan, Mahasiswa Dendrologi UGM-ITB-UNS Kuliah Online Bersama

Baca juga: Dosen UGM Melalui Jogja Peduli Bagikan 7 Ribu Handsanitizer Secara Gratis

 

25 Mahasiswa KKN Jogorogo

Setiap periode KKN terdapat ribuan mahasiswa KKN-PPM UGM yang siap diterjukan ke lokasi KKN. Pada periode 2 Tahun 2020 ini, terdapat 25 mahasiswa yang akan menyelenggarakan KKN di Desa Jaten dan Desa Brubuh, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, mulai 29 Juni hingga 18 Agustus 2020.

Tema yang diangkat adalah “Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 guna Mendukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo, Ngawi”. Atus Syahbudin SHut MAgr PhD yang juga dosen Fakultas Kehutanan terpilih sebagai DPL dan Koordinator Wilayah ditunjuk Dr Moh Masrukhi MHum dari Fakultas Ilmu Budaya.

Kormanit KKN Zulfa Parulian dibantu oleh 4 koordinator sub-unit di tingkat desa, yakni Erric Maulana I, Haryo Bayu W, Abdurrahman, dan Hilal. “Selama KKN, supaya mampu menjalin komunikasi secara daring dengan para tokoh sebaik mungkin,” pesan Atus kepada ke-25 mahasiswa.




Baca juga: Direktur Hortus Botanicus Leiden dan Pakar NBC Kuliahi Mahasiswa Dendrologi UGM

Baca juga: Dosen Dendrologi UGM Dorong Pelestarian Kehati Gunung Merbabu

 

Atus menambahkan, keberhasilan KKN-PPM UGM dalam memelopori Desa Wisata Hijau Girikerto (DeWiGiri) di Kecamatan Sine perlu ditiru dan dikembangkan lebih baik lagi di Kecamatan Jogorogo. Salah satu kuncinya adalah merangkul semua pihak dan menemukenali penggerak-penggerak di tingkat lokal.

“Dengan demikian, wilayah Kendal-Sine-Ngrambe-Jogorogo (KENEBEJO) yang memeluk lereng utara Gunung Lawu akan semakin lestari keanekaragaman hayatinya dan semakin sejahtera masyarakatnya,” ungkapnya.

Tanggaan Pemkab Ngawi

Pemerintah Kabupaten Ngawi menyambut gembira rencana KKN kali ini meskipun dilaksanakan secara daring. Bahkan bersedia untuk mengusahakan pembicara webinar dan memfasilitasi dari beberapa dinas terkait. Seperti Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja, dan Dinas Kesehatan.




Baca juga: “Green Belt” Inovasi Penghijauan Fakultas Kehutanan UGM

Baca juga: Satyawan, Profesor UGM yang Merawat Hubungan Manusia dengan Tuhan dan Alam

 

Kepala Bidang LITBANG BAPPELITBANG Kabupaten Ngawi, Sargian Januardy SH MM memberikan masukan terhadap usulan program KKN-PPM UGM via daring Webex, Rabu (24/6/2020)

Koordinasi online via Webex juga sudah dilakukan untuk menyempurnakan usulan program kerja KKN. Kepala Bidang LITBANG BAPPELITBANG Kabupaten Ngawi, Sargian Januardy SH MM menekankan pentingnya pelibatan generasi muda yang sudah familiar IT dan mengingatkan keberadaan blank spot di lokasi KKN.

Pak Yanu, sapaan akrabnya, mengharapkan adanya pembuatan master plan dan pembaharuan website desa, serta pengusahaan tanaman telang (Convolvulus pluricaulis) menjadi sangat menarik. “Masyarakat perlu diberdayakan kemampuan IT-nya untuk memasarkan wilayahnya. Apalagi saat ini Agro Techno Park (ATP) Ngawi telah selesai sehingga mohon dapat disinergikan,” paparnya.

Harapan ini akan diwujudkan dalam pelaksanaan KKN-PPM UGM melalui kewajiban 288 jam kerja efektif (JKEM) bagi setiap mahasiswa. Mengingat baru pertama kali diadakan secara daring, besar kemungkinan KKN kali ini memerlukan banyak adaptasi dan ketidaksempurnaan.