MAKASSAR, LINES.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) tengah menyiapkan segala persiapan penyelenggaraan wisuda gelombang pertama tahun 2020.
Ini adalah bagian dari upaya kampus terkemuka di Indonesia Timur itu tetap produktif akan proses akademik meski di tengah gempuran situasi Pandemik Coronavirus Disease (Covid-19).
Wakil Rektor I UMI Dr Ir H Hanafi Assad MT mengatakan, pihaknya akan menggelar takhrij thalabat (wisuda) virtual berbasis video converence pada 4 Juli 2020 mendatang.
Baca juga: Pemkot Gandeng UMI Canangkan Program “Low Contact and High Immunity”
Baca juga: Kepala LLDikti Wilayah IX Apresiasi dan Kagumi UMI, Ini Alasannya
“Hasil rapat itu, kita akan gelar wisuda virtual akan digelar pada 4 Juli mendatang. Kami masih menyiapkan teknis pelaksanaannya agar semuanya berjalan lancar,” ungkap Hanafi Assad di ruang kerjannya Lantai 9 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Senin (8/6/2020).
Mantan Dekan Fakultas Teknik UMI ini menyebutkam, peserta yang mengikuti wisuda virtual kali ini seperti biasa yakni program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana.
Syarat calon wisudawan
Dalam proses pelaksanaan, khususnya bagi calon wisudawan dan wisudawati, kata Dr Hanafi, wajib mengisi formulir pendaftaran dengan data yang lengkap mulai nama, alamat, nomor telepon, dan lain-lain.
“Ini agar mempermudah penyaluran atribut wisuda seperti pakaian toga dan sebagainya. Nantinya akan diantar langsung ke tempat mereka,” papar Dr Hanafi.
Baca juga: Dosen UMI Sukses Raih Gelar S3 di Thailand
“Di formulir pendaftaran harus memberikan informasi yang benar agar mudah dilakukan kontrol setelah itu mengikuti gladi,” sambungnya.
Yang berhak mengikuti wisuda gelombang kali ini, dijelaskan Dr Hanafi Assad, adalah mereka yang telah melalui semua proses akademik hingga ke tahapan ujian, dan sejumlah kewajiban administrasi lainnya.
“Nanti cek semua kewajiban akademiknya di data terpadu itu di Simpadu. Setelah itu bisa dilakukan verifikasi melalui kolektif dari fakultas. Kalau sinkron maka dinyatakan memenuhi syarat ikuti wisuda. Tinggal mengikuti prosesnya seperti pembayaran kemudian diberi perlengkapan untuk wisuda,” tutur Dr Hanafi.












