Imam Besar Masjid Istiqlal: Kuliah di UMI, Anda Tidak Salah Pilih Karena UMI Kendaraan Dunia dan Akhirat

UMI
Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA saat mengisi Halal bi Halal Keluarga Besar Fakultas kedokteran UMI via Daring, Minggu (24/5/2020).

MAKASSAR, LINES.id – Apresiasi kepada Universitas Muslim Indonesia (UMI), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terkenal dengan konsisten istiqamah dalam mempertahankan nilai luhur kearifan lokal dan keislaman. Keberhasilan dalam pengelolaan UMI, Allah selalu meridhoi. Kekuatan kebersamaan dan keteladanan, dalam setiap even kecil apapun, jajaran pembina, pengurus dan pimpinan Universitas selalu hadir, hal ini memberi keteladanan. Sehingga siapapun pelanjut UMI ke depan, karakter manajemen ini perlu dilanjutkan, yang tidak dimiliki Perguruan Tinggi di manapun.

“Saya tidak memuji dan menyanjung, tapi ini fakta. “UMI adalah PTS yang diperhitungkan tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar, UMI masuk dalam perhitungan Global Universtiy. Di situ ada nama UMI, hal ini disampaikan Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA saat mengawali tausiyahnya pada Halal bi Halal Keluarga Besar Fakultas kedokteran UMI via Daring, Minggu (24/5/2020).

Lanjut dikatakan, para mahasiswa dan alumni UMI, kalian tidak salah pilih dan berysukur telah memilih UMI untuk melanjutkan kuliah, berbahagialah kalian di bawah tenda besar UMI. Sebab, UMI merupakan kendaraan dunia akhirat. Mungkin Perguruan Tinggi lainnya, hanya mengantarkan kalian di dunia, tapi di UMI akan menjadi kendaraan dunia menuju akhirat kelak.

Baca juga: Halal bi Halal Virtual, FK UMI Hadirkan Imam Besar Masjid Istiqlal

Baca juga: Dewan Mahasiswa Profesi FK UMI Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19

 

Mengambil hikmah dibalik musibah

“Mengutip syair, Ibu Prof Masrurah, menarik sekali. Sesuatu yang sangat mendalam dan mengajarkan kita untuk tidak pernah kecewa dengan musibah yang terjadi tapi kita diminta untuk bersahabat dan mengambil hikmah,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Seandainya kita tahu, bahwa dibalik musibah ada hikmah, maka tentulah manusia akan berdoa untuk mempertahankan musibah. Musibah merupakan kendaraan cepat mengantarkan kita ke hadirat Allah SWT, mendekatkan kita kepada Sang Pencipta. Karena sering kendaraan kenikmatan yang kita dapatkan, menjauhkan kita dan malah sangat berat mengantar kita kepada kehadirat Allah SWT.

Musibah dan kenikmatan satu…