17. Video Donald Trump Diruqyah karena Stres Menghadapi Pandemi Covid-19
Beredar sebuah video di sejumlah platform media sosial yang memperlihatkan presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan sejumlah orang yang berdiri di belakangnya. Pengunggah dalam narasinya mengklaim peristiwa dalam video tersebut terkait Donald Trump yang diruqyah
karena sudah stres menghadapi wabah Virus Corona atau Covid-19.
Faktanya dilansir dari turnbackhoax.id, klaim bahwa Presiden AS Donald Trump diruqyah karena stres menghadapi pandemi Covid-19 adalah salah. Video itu adalah video suntingan dan tidak terkait dengan Covid-19. Video tersebut merupakan hasil manipulasi dari video yang pernah beredar pada tahun 2017 ketika Presiden Donald Trump berdoa bersama sekelompok pemimpin agama pada 1 September 2017.
Peristiwa itu terjadi setelah ia mendeklarasikan 3 September sebagai Hari Doa Nasional untuk para korban Topan Harvey. Pada video asli Trump didoakan dengan bahasa Inggris, bukan bahasa Arab.
18. Pesan Berantai Bantuan Dana dari Kominfo untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
Beredar sebuah pesan berantai mengenai informasi yang menyebutkan bahwa sehubungan dengan mewabahnya Virus Covid-19 maka dari itu Kementerian Kominfo akan memberikan bantuan berupa uang sejumlah Rp2,5 juta dengan syarat mengirimkan foto KTP dan Buku Rekening ke sejumlah nomor telepon yang tercantum pada pesan tersebut.
Faktanya pesan berantai yang mencatut nama Kementerian Kominfo tersebut telah dibantah oleh Menteri Kominfo Johnny G Plate bahwa pesan tersebut adalah tidak benar. Diharapkan masyarakat agar selalu mengkonfirmasi dahulu setiap pesan atau informasi yang diterima mengenai Kementerian Kominfo pada situs resmi yang telah sediakan.
Baca juga: Wapres Ingatkan, Salat Idul Fitri Ditiadakan Jika COVID-19 Masih Mewabah
Baca juga: Gerak Cepat Fikom UMI Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19
19. Foto “Dampak 16 Hari Lockdown di Italia”
Beredar foto di media sosial Instagram yang memperlihatkan sekelompok massa sedang bersitegang dengan pihak keamanan. Pengunggah dalam narasinya mengklaim kejadian itu akibat adanya lockdown di Italia warga kelaparan, terjadi penjarahan supermarket hingga menimbulkan banyak kerusuhan.
Faktanya, foto yang dibagikan tersebut bukan foto dampak lockdown di Italia seperti yang diklaim pengunggah. Tidak benar peristiwa dalam foto itu dikaitkan dengan warga yang kelaparan, penjarahan supermarket ataupun adanya kerusuhan akibat lockdown. Foto itu merupakan foto para keluarga napi yang merespon pembatasan kunjungan terkait wabah Covid-19.
20. Pernyataan Menteri Keuangan RI Terkait Listrik Gratis dan Diskon
Beredar pernyataan yang diklaim dikeluarkan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani terkait listrik gratis dan diskon yang diberikan negara dibiayai dengan hutang dari Bank Dunia sebesar Rp5 Triliun yang harus dibayar ke depan dengan uang rakyat.
Faktanya Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari menegaskan jika informasi yang beredar mengenai subsidi tersebut dari pinjaman Bank Dunia sebesar Rp5 Triliun adalah hoaks. Beliau menuturkan bahwa listrik dan diskon yang diberikan dalam rangka penanganan dan penanggulangan Covid-19 bersumber dari APBN 2020.
Dana tersebut diperoleh dari relokasi dan refocusing anggaran APBN 2020 dan difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan sumber sah lainnya.












