4. Sinetron Bajaj Bajuri Ramal Virus Corona 17 Tahun Lalu
Beredar postingan di media sosial potongan sebuah video dari salah satu episode sinetron komedi Bajaj Bajuri. Dalam postingan tersebut disebutkan Bajaj Bajuri telah meramal kedatangan Virus Corona 17 tahun lalu. Faktanya, dalam episode tersebut memang sedang membahas penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang memang disebabkan salah satu jenis Virus Corona.
Bajaj Bajuri mulai tayang pada tahun 2002 menyinggung fenomena Virus Corona SARS. Sementara yang baru-baru ini mewabah adalah Virus Corona Covid-19. SARS dan COVID-19 memiliki gejala yang mirip.
5. Covid-19 Sengaja Dimasukkan ke Tubuh Masyarakat Lewat Rapid Test
Beredar kabar di media sosial yang mengklaim Virus Corona baru atau Covid-19 sengaja dimasukkan dalam tubuh masyarakat melalui rapid test agar berstatus positif dan pemerintah sengaja membuat zona merah Covid-19. Informasi itu beredar secara berantai melalui Facebook dan aplikasi pesan WhatsApp dengan mencantumkan tautan artikel situs viva.co.id untuk memperkuat klaim tersebut.
Faktanya, setelah ditelusuri klaim bahwa Covid-19 dimasukan dalam tubuh masyarakat melalui rapid test tidak benar. Tidak ada kalimat yang menyatakan Covid-19 dimasukan dalam tubuh masyarakat melalui rapid test agar berstatus positif dalam artikel situs viva.co.id.
6. Jokowi akan Pecat Mereka yang Mempersulit WN Tiongkok Masuk Indonesia
Beredar di sosial media unggahan sebuah foto yang memperlihatkan Presiden Tiongkok Xi Jinping sedang menelepon Presiden Jokowi. Dalam foto itu terdapat sebuah percakapan Presiden Tiongkok meminta Jokowi tidak menghalangi kedatangan WN Tiongkok ke Indonesia dengan alasan virus korona atau Covid-19.
Baca juga: Akhir Mei Deklarasi Zero Covid-19 di Sulsel, Senkom Luwu Dukung Penuh Target Gubernur NA
Baca juga: Nakes di Palopo Positif Covid-19, sedang Hamil Anak Kedua
Jokowi pun berjanji akan memecat para pihak yang mempersulit kedatangan WN Tiongkok ke Indonesia. Unggahan foto tersebut juga disertai dengan narasi yang mempertanyakan pembelaan Jokowi. Klaim bahwa Presiden Jokowi akan memecat pihak yang mempersulit kedatangan Warga Negara asal Tiongkok adalah salah. Adapun faktanya, foto Jokowi sedang menelpon itu tidak terkait dengan pembahasan WN Tiongkok.
7. Informasi Pembagian Masker Dicampur Bius
Sebuah pesan berantai yang berisi himbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati saat menerima masker karena terdapat obat bius di dalamnya tersebar luas melalui aplikasi WhatsApp.
Faktanya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus pada Rabu 06 Mei 2020, telah mengkonfirmasi bahwa informasi dalam pesan berantai tersebut adalah hoaks alias tidak benar.
8. Keluar Rumah Tidak Memakai Masker Denda 5 Juta
Telah beredar pesan berantai di WhatsApp yang berisi informasi mengenai adanya sanksi tilang yang diberlakukan kepada masyarakat yang keluar rumah, khususnya pengendara motor ataupun mobil dan juga pejalan kaki yang tidak menggunakan masker.
Sanksi tilang tersebut sudah berlaku dengan denda sebesar Rp. 5 juta atau penjara selama 2 minggu. Faktanya, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah melalui akun Instagram @humaspoldakalteng menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Kuota Gratis dari Pemerintah…












