Tak Hanya Bagikan APD, Relawan Fakultas Kedokteran UMI Diterjunkan di Perbatasan Makassar

Fakultas Kedokteran UMI
Relawan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) berbagi masker dan APD.

MAKASSAR, LINES.id – Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk kesekian kalinya menerjunkan tim relawannya untuk mendukung efektifitas pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersala Besar (PSBB) di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

“Kegiatan mahasiswa kedokteran gabung dengan TIM PSBB Makassar di lokasi Hertasning baru perbatasan Makassar dan Gowa,” ungkap Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UMI, Syamsu Rijal, Selasa (5/5/2020).

Kegiatan yang digelar atas kerjasama dengan Polrestabes Kota Makassar ini, relawan Fakultas Kedokteran UMI juga membagikan dan mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) bagi sejumlah rumah sakit di Makassar.

“Kegiatan lainnya berupa pembagian APD di beberapa RS, seperti RS Labuang Baji, RS Daya. Total dari tiga rumah sakit itu dok hazmat 60 pcs, face shield 214 pcs, masker n95 75 pcs, dengan apron medis 300 pcs,” tutur Syamsu Rijal.

Baca juga: 1 Hari Setelah Pendaftaran Dibuka, Ratusan Akun Terdaftar Camaba UMI

Baca juga: Dekan FT UMI: Hikmah Corona, Kampus Menjadi Familiar dengan Sistem Daring

 

“Kemarin semua yang di pakai masih standar, tapi perkembangan covid terbaru banyak sekali klasternya dari masyarakat bawah yang tidak diketahui dari mana asalnya. Ada dari cleaning service, pegawai indomaret, supir grab, penjual ikan. Jadi sudah banyak klaster begitu yang tidak ada gejalanya yang dikawatirkan. Jadi pertimbangan itu lebih bagus langsung dari tim polrestabes saja,” tambah Syamsu Rijal.

Ia menyebutkan, agenda kemanusiaan Fakultas Kedokteran UMI ini akan terus berlangsung, tinggal pengaturan teknis yang akan dirubah-rubah di lapangan.

“Kurang lebih kegiatannya sama tapi titiknya berubah. Tapi kita sudah ada rencana. Mungkin relawan saya sudah tidak turunkan lagi dijalan tapi di Drophing saja. Kemudian bergabung di timnya Polrestabes. Tapi saya masih urus dulu, nanti waktu penyerahannya kemudian saya minta waktu untuk diwawancara,” paparnya.