Hardiknas: Masa depan pendidikan di Indonesia
Pemaparan selanjutnya terkait dengan masa depan pendidikan di Indonesia. Sukardi Weda mengatakan bahwa hingga hari ini, masih banyak masalah yang dihadapi dalam praktis pendidikan kita.
Seperti mutu pendidikan yang rendah, guru yang tidak memahami pedagogik, didaktik, dan metodik, fasilitas PBM yang kurang memadai, pendidikan yang sulit diakses oleh masyarakat dari kelompok miskin.
Ditambah lagi rendahnya indeks membaca, matematika, dan sains dari PISA (Program for International Student Assessment), yang hanya menempatkan Indonesia pada posisi ke-68 membaca, posisi ke-67 matematika dan posisi ke-66 di bidang sains.
Baca juga: Sastra Berbagi Ceria JBSI FBS UNM Ajarkan Pendidikan Karakter
Baca juga: Pelatihan Pendidikan Karakter Bagi Pengurus Lembaga Mahasiswa dan UKM UMI
Sebelum mengakhiri presentasinya, Sukardi Weda memberikan solusi alternatif untuk membangun mutu pendidikan, yakni dengan membuat blue print pendidikan sebagai arah kebijakan pendidikan di tingkat makro dan mikro. Tingkatkan sarana prasarana pendukung KBM di sekolah. Fungsikan agen sosialisasi bagi peserta didik seperti keluarga, sekolah, lingkungan, teman sebaya, dan media.
Orang tua di rumah, guru di sekolah dan anak perlu bersinergi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Sukardi Weda juga mengatakan meskipun di tengah pandemi Covid-19, kita harus tetap produktif dan membantu keberhasilan PSBB untuk memutus mata rantai Covid-19. Sehingga keadaan kembali normal seperti sedia kala. “Stay at Home dan tetap produktif,” harapnya.












