Reviewer LPDP Bekali Ratusan Mahasiswa Raih Beasiswa Luar Negeri

beasiswa luar negeri
Dosen Fakultas Kehutanan UGM Atus Syahbudin SHut MAgr PhD (sumber: jogjakeren.com)

JAKARTA, LINES.id – Forum Sarjana Mubaligh dan Mahasiswa Indonesia (FORSMI) merupakan wadah untuk para mahasiswa dan sarjana yang mubaligh untuk saling bersinergi menjadi Insan yang Profesional Religius.

Bermanfaat untuk Bangsa dan Negara dengan selalu mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Profesionalitas dan Religiusitas.

Dalam mewujudkan insan profesional religius, FORSMI membekali anggotanya melalui pertemuan rutin satu bulan sekali.

Ketua FORSMI Abdul Sodiq menerangkan bahwa penyelenggaraan pertemuan rutin bulanan ini bertujuan untuk memberikan wawasan luas dan motivasi oleh tokoh-tokoh berpengalaman kepada generasi penerus, khususnya anggota FORSMI se-Indonesia.

Menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperoleh beasiswa menjadi dambaan mahasiswa. Terlebih lagi jika bisa mengenyam pendidikan di luar negeri, tidak hanya dirinya yang bangga, orang tuanya pun pasti bangga.

Sejalan dengan itu, FORSMI membekali anggotanya dalam memperoleh beasiswa luar negeri. Dilansir jogjakeren.com, pertemuan bertempat di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Lubang Buaya, Minggu (15/3/2020).

Hadir sebagai narasumber Atus Syahbudin SHut MAgr PhD penerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) Jepang. FORSMI dihadiri 200 mahasiswa perwakilan Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) dari seluruh Indonesia.

Setelah pengkajian Al Quran dan Al Hadist dalam Bahasa Inggris, Atus berbagi strategi meraih beasiswa sekolah di luar negeri.

Fokus dan Berani Bermimpi
Ratusan mahasiswa anggota FORSMI (sumber: jogjakeren.com)

Menurut Atus yang juga reviewer beasiswa LPDP ini sesungguhnya banyak peluang beasiswa yang ditawarkan di luar negeri. Antara lain Jepang, Jerman, Belanda, Australia, USA, dan Inggris.

Hanya saja seringkali informasi beasiswa tersebut tidak sampai kepada mahasiswa. Pengumumannya dalam Bahasa Inggris bisa jadi merupakan salah satu penyebabnya. Penyebab lainnya diduga karena kurangnya keinginan dan motivasi.

Googling kalian selama ini dimana? Bila memang serius ingin mendapatkan beasiswa di suatu negara pada universitas tertentu. Menghendaki laboratorium yang ada profesor dengan keahlian tertentu, semestinya fokus googling-nya akan di sana terus,” ungkap Dosen Fakultas Kehutanan UGM.

Fokus mencari informasi beasiswa tertentu saat berselancar di internet merupakan salah satu kunci sukses mendapatkan beasiswa.

Selain itu, Atus juga menuliskan 12 kunci lainnya dalam buku yang berjudul “13 Kunci Beasiswa Sekolah Luar Negeri”. Fokuskan googling-mu tercantum pada kunci ke-11. Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Insan Prima Yogyakarta pada Desember 2019.

“Kunci yang pertama dan utama adalah berani bermimpi dengan sungguh niat benar-benar,” jelas Atus.

Sebagai Sekretaris Program Studi Kehutanan UGM, Atus memotivasi para mahasiswa untuk berani mempunyai mimpi setinggi bintang. Sekolah di luar negeri selalu diawali dengan keinginan untuk dapat meraihnya suatu hari nanti.

“Panahlah bintangmu dengan selalu fokus kepada 2 hal. Yakni niat mengapa ke luar negeri dan persyaratan beasiswa yang diminta. Niat yang benar menjadi daya dorong kuat untuk terus berjuang mencari jalan ke luar negeri. Di samping itu, awali pula dengan mengetahui skor TOEFL/IELTS/JLPT .Serta negara, kampus, laboratorium tujuan, dan profesor yang diinginkan. Penuhilah satu per satu semua persyaratan mulai sekarang juga,” pinta Atus.

Strategi ketiga yang memerlukan persiapan panjang adalah menabung CV hebat. Bapak dari enam anak ini beberapa kali memberikan contoh langkah persiapan sehingga mudah lolos dalam seleksi beasiswa.

Semua kolom biodata perlu senantiasa diperbaharui. Tidak hanya pendidikan, namun juga kolom berorganisasi, publikasi, prestasi, pengabdian, dan lain-lain.

“Penerima beasiswa bukan hanya mencari mahasiswa pintar di kelas. Tetapi aktivis yang cinta tanah air, religius,  hobi mengaji, dan pandai bergaul di masyarakat. Buatlah rekam jejak itu sedikit demi sedikit sehingga menjadi CV hebat,” pungkas Atus.