YOGYAKARTA, LINES.id – Dalam rangka meningkatkan partisipasi publik, LDII News Network (LINES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Lomba Karya Jurnalistik. Mengangkat tema “Pengajian Akhir Tahun” perlombaan diikuti puluhan reporter DIY yang tersebar di empat kabupaten dan satu kota.
Tema yang diusung merupakan kegiatan yang dilaksanakan pemuda LDII setiap pergantian tahun. Kegiatan tersebut bukan untuk merayakan tahun baru akan tetapi dalam rangka membentengi pemuda LDII dari hal-hal negatif yang biasa dilakukan saat pergantian tahun. Untuk itu reporter LINES se-DIY diajak untuk menghasilkan karya dari kegiatan tersebut.
Karya yang dilombakan berupa penulisan berita atau artikel terbaik, video terbaik dan video favorit penonton. Karya yang masuk akan dinilai mulai tanggal 06 Januari sampai dengan 13 Januari 2020 dan peserta akan memperebutkan hadiah hingga jutaan rupiah.
Pengumuman pemenang
Berdasarkan penilaian juri, karya video terbaik diraih reporter LINES Gunungkidul dengan tema “Senja” dan video favorit diraih reporter LINES Kulon Progo dengan tema “Metamorfosis“. Sedangkan penulisan terbaik diraih reporter LINES Gunungkidul Nasrullah Yudhiutama dan reporter LINES Kulon Progo Ayuna Matsna.
Penyerahan hadiah dilaksanakan bersamaan saat pertemuan pengurus harian LINES DIY di Sidobali, Muja muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (17/01/2020).

“Hasil dari perlombaan ini mengejutkan, ini berarti kita mempunyai reporter yang loyal,” ucap Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. selaku ketua LINES DIY.
LINES Gunungkidul sebagai salah satu pemenang merasa senang dan bangga atas hasil yang diperoleh. “Kedepannya kami akan membuat film-film pendek motivasi dan nasihat agama,” ungkap Zaini.
LINES Kulon Progo sebagai juara video terfavorit, saat ini pun sedang membuat video motivasi. “Kami sedang melaksanakan project tentang muballigh yang kondisinya stroke namun tetap semangat berjuang menyampaikan ilmu,” paparnya.
“Pemenang otomatis akan menjadi role model. Orang akan penasaran siapa yang membuat dan karya apa saja yang dihasilkan,” ujar Atus yang juga salah satu Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Lebih lanjut, pemenang harus lebih aktif berbagi kepada reporter yang lebih muda dengan memberikan penekanan terhadap penulisan atau video yang dihasilkan.
“Sekalipun orang dengan membaca tulisan atau melihat video sudah bisa belajar, akan tetapi dengan penekanan akan membuat lebih bagus,” atus menambahkan.
Pemenang-pemenang lomba kedepannya akan terus dimaksimalkan dengan membuatkan wadah bagi para pemenang lomba.
LINES DIY 2020
Harapan besar di tahun 2020 ini, konten tulis, konten video dan konten gambar meningkat. Target sederhananya adalah meningkatkan kuantitas konten. “Dengan strategi yang dilakukan berbeda dengan tahun sebelumnya, harapannya hasilnya pun berbeda dengan tahun sebelumnya,” pungkas Atus.












