BMKG: Cuaca Buruk Diprediksi Bakal Terjadi Pekan Depan, PJ Wali Kota: Masyarakat Siap Siaga

MAKASSAR, LINES.id – Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengibau warga Makassar bersiap menghadapi dampak cuaca buruk sebagaimana dilansir makassar.tribunnews.com

Cuaca buruk diprediksi bakal terjadi pekan depan.

Barang-barang yang dianggap berharga agar diamankan untuk menjaga kemungkinan terjadi bencana besar.

Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb turun langsung melakukan pengecekan terhadap pintu air di Kota Makassar di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulsel, Senin (6/1/2020).

“Kita harus siap dan siaga terhadap cuaca ekstrem hingga pekan depan. Kemungkinan bakal terjadi bencana,” kata Iqbal.

Iqbal menggelar video convrence (vicon) dengan Kabarhakam Polri, bersama Asops Kapolri, Dankor Brimob, dan para Kakor Bahakam Polri serta seluruh jajaran Polda se-Indonesia di ruang Vicon Polrestabes Makassar, Senin (6/1/2020).

Bencana yang mungkin akan terjadi yakni banjir dan tanah longsor akibat hujan ekstrem yang diprediksi bakal terjadi hingga pekan depan.

Meski demikian, Iqbal berharap tidak terjadi bencana seperti yang dikhawatirkan.

Namun, untuk menjaga kemungkinan yang tidak diinginkan, Iqbal mengibau agar warga Makassar tetap siaga dan mengamankan barang-barang berharganya.

Dalam sepekan terakhir, Makassar dan sekitarnya dilanda hujan deras disertai angin kencang.

Akibatnya, beberapa pohon di Kota Makassar tumbang dan mengganggu aktivitas warga.

Berdasarkan hasil pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sepekan ke depan, bakal berpotensi terjadi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang.

Hal itu dipicu berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola Tekanan Rendah di wilayah belahan bumi selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas Monsun Asia.

Peningkatan aktifitas Monsun Asia dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Hal ini dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara).

Pertemuan massa udara ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator.

Warga Masih Buang Sampah di Kanal
Tumbuhan eceng gondok tampak tumbuh subur di sejumlah kanal di Kota Makassar, salah satunya di Kanal Borong, Jl Borong Raya, Makassar.

Untuk mengecek kesiapan Makassar menghadapi cuaca buruk, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb langsung mengecek pintu air di Makassar.

Dia meninjau pintu air di belakang Balaikota Makassar, Jl Slamet Riyadi. Iqbal turun bersama tim satuan tugas (satgas) dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.

Saat ini, tim masih terus membersihkan wilayah kanal yang masuk wilayah Kecamatan Ujung Tanah.

Sampah di Kanal Pa’baeng-baeng-Andi Tonro beberapa waktu lalu.

Pengakuan warga, sampah ini berasal dari warga yang tinggal di bantaran kanal.

“Ini mereka buang sampah langsung ke belakang rumahnya, bahkan buang air besar,” katanya.

Kepala Bidang Bangunan dan Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, M Fuad Azis menjadi mengatakan, sudah menerima perintah untuk siaga banjir dan genangan.

Menurutnya, Dinas PU Kota Makassar sudah mengidentifikasi saluran dan drainase di Makassar.

“Kalau masalah genangan ada di bidang kami,” katanya.

Waspada Juga Pohon Tumbang

Kepala Seksi Rekonstruksi Bidang III Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Mohammad Khadaffy menyampaikan sampai saat ini laporan yang masuk dua daerah rumah warga terkena pohon tumbang.

Pertama, satu rumah tertimpa pohon di Patene lorong satu, Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.

Kedua, beberapa rumah rusak di Pampang, Kecamatan Tallo.

Pohon tumbang di wilayah Antang Raya, Kecamatan Manggala.

“Saat ini tim sudah turun untuk memberikan bantuan,” katanya, Selasa (7/1/2020).

Ia juga meminta kepada warga untuk waspada dengan memperhatikan wilayah sekitar.

Sebaiknya, langsung menghubungi BPBD Kota Makassar atau menghubungi Mohammad Khadaffy: 0812 4512 7218.

Sementara itu, data Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan data ada satu pohon di jl Dirgantara Kecamatan Panakukang, 1 pohon di Kompleks Baruga, 1 pohon di Jl Pannara, dan 1 pohon di Baddoka.