Webinar Pengajian Akbar LDII, Ketua MUI DKI Jakarta: Titik Awal Keberhasilan Berasal dari Keluarga

LDII Jakarta
Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar saat mengisi Pengajian Akbar LDII DKI Jakarta. (Foto: Dok LDII DKI Jakarta)

Selanjutnya, orang terbaik bagi keluarganya adalah yang terbaik memperlakukan istrinya dan keluarganya. Dinamika tahun pertama pernikahan bisa jadi mengeluarkan sifat atau karakter asli dari tiap pasangan. Usaha untuk menengahi konflik, sabar, usaha, mediasi. Sabar dalam azzawajir aniq tarofa kaba’ir yakni memaklumi dan memaafkan.

“Pertikaian suami istri biasanya disebabkan karena komunikasi yang tidak berjalan. Suami punya hak atas istri, dan istri punya hak atas suami. Tidak bisa juga sekadar menuntut hak, tapi juga menjalankan kewajibannya,” katanya.

Kiai Aceng mencontohkan saat Nabi dalam kondisi harus menenangkan para sahabat yang terpaksa pulang ke Madinah karena tidak bisa ibadah umroh, Nabi meminta saran dari Ummi Salamah istrinya agar para sahabat mau menjalankan perintah Nabi.

Saat itu Ummi Salamah mengajukan satu usulan, agar Nabi langsung memberi contoh kepada para sahabat untuk menyembelih dan cukur sebagai interpretasi setelah melakukan umroh. Dari cerita itu, Nabi seharusnya dibimbing oleh wahyu, tapi pada saat keadaan itu istrinya memberi masukan, Nabi tetap menerima dan menjalankan. Rasulullah tetap rendah hati untuk mendengarkan masukan dari istrinya. “Terkait hal itu, para wanita hendaknya juga memiliki sifat yang baik kepada para laki-laki terutama suaminya,” tandasnya.

Empat Golongan Wanita Penghuni Surga dan Neraka

Kyai Aceng menerangkan ada 4 golongan wanita penghuni surga dan 4 wanita penghuni neraka, yakni imro’atan afifah (wanita yang terjaga) tidak berbuat dosa, taat kepada Allah dan suaminya. Kedua, wanita yang subur peranakan serta sabar dan selalu syukur bersama suaminya. Sabar dan bersikap qoni’ah.

Baca juga: Tingkatkan Silaturahmi, LDII Jambi Adakan ‘Keakraban Muda Mudi’

Baca juga: Peduli Penanganan Covid-19, Pemuda LDII Jambi Bagikan Masker

 

Ketiga, wanita yang memiliki rasa malu, jika suaminya pergi, dia menjaga kehormatan dirinya dan menjaga harta suaminya. Keempat, wanita yang ditinggal mati suaminya sementara dia punya beberapa anak yang masih kecil-kecil. Wanita itu menahan diri untuk tidak menikah lagi demi mendidik dan menjaga anak-anaknya. Pengorbanan seperti itu bukan sia-sia tapi pengorbanan calon penghuni surga.

Ada pun 4 golongan perempuan penghuni neraka; wanita yang jelek ucapannya, tidak menjaga kehormatan dirinya, lalu wanita yang membebani suami hal yang di luar kemampuan suami. Yang ketiga, wanita yang tidak menutup aurat dari yang bukan mahram, lalu keempat adalah wanita yang tidak punya program kegiatan selain makan, minum, dan tidur. Tidak ada semangat untuk ibadah, tidak patuh kepada Allah dan Rasul, dan suami.

Sementara Ketua DPW LDII DKI Jakarta Teddy Suratmadji menjelaskan, pengajian akbar se-DKI Jakarta ini sedianya akan di buat berlanjut. Selanjutnya melibatkan pasangan dengan usia pernikahan 10-20 tahun (bertema sebagai teman anak-anak). Ajang ini akhiri dengan tahap; Menikmati Masa Tua (Empty nest syndrome).

‘’Bagaimana pasutri menikmati masa tua dengan kondisi rumah yang kembali sepi setelah anak-anak menjadi dewasa dan berumah tangga serta memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Ada rasa kekosongan, bagaimana kita menyikapinya,’’ papar Teddy.

Selain dari Zoom, peserta mengikuti acara live di YouTube dan website live.ldiijakarta.or.id. Tercatat peserta yang mengakses kegiatan pengajian akbar dari laman web DPW LDII Jakarta sebanyak 4.616 viewer. Sementara dari live Youtube 1.616 views.