BANYUWANGI, LINES.id – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Banyuwangi Abdul Aziz Hamidi SE MM, saat membuka menyampaikan keheranannya Banyuwangi Culture Everyday (BCE) malam ini sangat meriah. Saat pembukaan Ia juga menyerahkan gunungan kepada Ki dalang Ihwan Purba Carita. LDII menghadirkan putra putri prestasinya dan FPK menyuguhkan seniman senimannya.
Lebih lanjut, Abdul Aziz menghimbau pada tahun 2020 merupakan tahun politik, akan dilaksanakanya Pilbup, tentunya akan banyak perbedaan antar masyarakat.

“Perbedaan tidak dilarang karena dijamin Undang Undang dan gunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya, tetap jaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.
Sungguh, suguhan yang luar biasa memukau, perpaduan seni tradisional dan seni kontemporer/modern dikolaborasikan untuk memuaskan para pengunjung BCE. Atraksi yang kreatif dari Pemuda LDII dalam pagelaran wayang kulit tampil bersamaan bintang Febri A Laros dan puisi perjuangan dari veteran.
LDII turut berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan
Tak kalah serunya atraksi caruk Pencak silat Persinas ASAD turut berkontribusi pelestarian kebudayaan dan kesenian di Banyuwangi.

“Karena program acara ini wadahnya generasi muda berkreasi, kami tidak mau monoton. Artinya, kami tampilkan pemuda LDII yang punya potensi, kreatif dan inovatif. Malam ini kami tampilkan Dalang muda penuh prestasi,” terang Alfan Abdillah Ketua bidang Kepemudaan LDII Banyuwangi.
Sementara Sekretaris LDII Banyuwangi Kris Parwanto SSos mengatakan, ini bentuk kecintaan, eksis dan kontribusi LDII dalam pelestarian budaya. Ke depan mungkin akan ada sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Terlebih, dorongan kuat dari teman teman FPK dan Pemkab Banyuwangi yang senantiasa menggugah kami untuk nguri – nguri akan kebudayaan dan kesenian. Serta didukung anak mudanya pun kreatif dan inovatif,” ujarnya.
KH Hariadji sugito MM pembina LDII menyampaikan tak hanya pintar mengaji, untuk generasi milenial LDII. “Mari kita lestarikan budaya bangsa, wayang kulit, yang memiliki filosofi sangat mendidik dalam kehidupan sehari-hari. Lakon karakter wayang yang baik bisa kita jadikan contoh,” jelasnya.
Kolaborasi LDII dan FPK didukung sepenuhnya Bakesbangpol Banyuwangi dan Komunitas Gotong Royong’45. Sementara sungguhan kebangsaan dari FPK menampilkan video kebangsaan, menghadirkan bintang Febri A Laros, celattu, parade puisi dan tembang kontemporer.












