Hadapi Revolusi Industri 4.0, Menwa Wolter Mongisidi Satuan 702 UNM Gelar Diklatsar Angkatan XLIX

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Menwa Wolter Mongisidi Satuan 702 UNM Gelar Diklatsar Angkatan XLIX
Diklatsar Angkatan XLIX & Seminar Bela Negara Menwa Wolter Mongisidi Satuan 702 UNM, Kamis, (5/3/2020)

MAKASSAR, LINES.id – Unit Kegiatan Mahasiswa Resimen Mahasiswa (Menwa) Wolter Mongisidi Satuan 702 UNM Tahun 2020 menggelar Diklatsar Angkatan XLIX dan Seminar Bela Negara bertajuk “Sinergitas Aktualisasi Bela Negara bagi Generasi Muda dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” di Ballroom lt. 2 Gedung Menara Pinisi, Jalan A. P. Pettarani Makassar, Kamis (5/3/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor IV Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr Ir Gufran Darma Dirawan MEMD, Kolonel Infantri Haris Sufi dari Kementerian Pertahanan RI, Letkol A Baktiar dari Lantamal IV. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS UNM, Prof Dr Sukardi Weda, Pembina UKM MENWA UNM, anggota MENWA Wolter Mongisidi Satuan 702 UNM, dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Prof Gufran Darma Dirawan mengatakan bahwa acara ini mengingatkannya ketika ikut prajabatan sekitar tahun 1997 di Pakkatto selama 2 bulan dan nilai-nilai tersebut masih tetap dipegang teguh.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Menwa Wolter Mongisidi Satuan 702 UNM Gelar Diklatsar Angkatan XLIX
Peserta Diklatsar Angkatan XLIX dan Seminar Bela Negara

“Negeri ini dibangun dengan tidak mudah, sekitar tahun 1998, saya berkeliling Indonesia untuk mencari makam-makam pahlawan yang diasingkan oleh penjajah. Negara ini hadir karena perjuangan para pejuang bangsa ini,” ujarnya.

“Rasa kebersamaanlah yang menjadi dasar negara ini ada,” ungkapnya. Gufran Darma Dirawan juga berharap kepada mahasiswa untuk belajar dan bekerja keras sebagai bekal untuk menjadi estafet pembangunan bangsa.

Kegiatan Seminar Bela Negara

Pembicara dalam kegiatan seminar bela negara ini adalah Dr Imam Suyitno MSi dan Brigjen TNI Wahyu Agung Prayitno MPd MM yang diwakili oleh Kolonel Infantri Haris Sufi dari Staf Kementerian Pertahanan dan Keamanan RI, dan dimoderatori oleh Rahyuddin JS SPd MPd PhD.

Kolonel Infantri Haris Sufi mengatakan dalam arahannya bahwa bela negara adalah amanat UUD 1945. Menjadi negara yang merdeka dan berdaulat penuh perjuangan. Kemerdekaan adalah ikhtiar sampai kapanpun juga.

“Pertanyaanya, siapa yang akan melanjutkan perjuangan bangsa,” tanyanya. Siapa kita? Mahasiswa, Apa kita? Berhasil dan berguna, jawabnya. “Ini harus disimpan dalam hati,” harapnya.

Mahasiswa adalah pelanjut pembangunan bangsa. “Oleh karena itu tawuran atau hal-hal yang merusak citra mahasiswa sebaiknya dihindari, karena akan merusak citra mahasiswa di mata publik,” tegasnya.