MAKASSAR, LINES.id – Peristiwa unjuk rasa buruh di Prancis pada 8 Maret 1907 yang melibatkan banyak perempuan, dijadikan pijakan para intelektual Eropa untuk memperingati Hari Perempuan Internasional.
Dalam konteks kekinian, perempuan harus diberdayakan untuk menyiapkan generasi unggul masa depan.
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, mengatakan bahwa para perempuan saat ini telah meraih pendidikan tinggi dan mampu menjawab tuntutan profesional, disisi lain, perempuan memiliki kodrat melahirkan.
“Di sinilah Islam mengajarkan perempuan yang sholihah mampu merawat, dan membina menjadi generasi unggul,” kata KH Chriswanto, Rabu (8/3/2023)
Baca juga: HPKN 2023, Sejarawan Ingatkan Gangguan Kedaulatan Negara Bukan Hanya dari Negara Lain
Ia menuturkan bahwa perempuan menempati tempat tersendiri dalam program kerja LDII, sejak 1997, LDII Jawa Timur mengadakan seminar perempuan yang rutin, menghadirkan para psikolog keluarga, manajer keuangan, ahli kesehatan, hingga ahli gizi.
“Perempuan yang berpengetahuan dan berwawasan dapat membina anak-anaknya dengan baik. Dengan demikian lahirlah generasi unggul,” tuturnya.
KH Chriswanto juga menjelaskan, perempuan memang tak sekadar memasak, membersihkan rumah, dan tugas-tugas lain sebagai istri. Mereka adalah manajer yang mengatur keuangan keluarga, tugas ini bertambah ketika perempuan juga memutuskan bekerja atau menjalankan aktivitas sosial.
“Untuk itu mereka harus mampu mengatur waktu, berbagi tugas dengan suami,” jelasnya.












