Webinar DPP LDII, Kemendagri: Demokrasi Beri Ruang Gerak Ormas Lebih Luas

  • Bagikan
LDII
DPP LDII menggelar webinar wawasan kebangsaan menjelang Munas LDII IX melalui daring, Sabtu (20/2/2021).

JAKARTA, LINES.id – Menjelang musyawarah nasional (Munas) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) IX, digelar webinar wawasan kebangsaan yang berlangsung daring dan diikuti jajaran pengurus DPP LDII, DPW, dan DPD se-Indonesia, Sabtu (20/2/2021) pagi.

Bertema “Peran Ormas Islam dalam Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan pada Masa Pandemi” webinar menghadirkan narasumber Sri Hayati dari Kementerian Dalam Negeri RI, Dirjen Bimas Islam H Kamarudin Amin, serta HM Affan Rangkuti Ketua Umum Patriot Bangsa. Webinar dimoderatori Ketua DPP LDII Iskandar Siregar.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat membuka acara tersebut mengungkapkan bahwa webinar wawasan kebangsaan ini merupakan bekal bagi DPP LDII saat menggelar Munas LDII IX.

“Wawasan Kebangsaan merupakan klaster pertama dalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. LDII menempatkan kebangsaan sebagai klaster pertama, karena memandang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI adalah fundamental keberadaan bangsa dan negara Indonesia,” katanya.

Chriswanto berharap kegiatan ini akan memperkaya wawasan, visi, dan persepsi kita tentang negara kebangsaan, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga kita hidup dalam berdakwah, hidup beragama di dalam negara ini dengan kondisi yang baik.

Baca juga: Silaturahmi, Ketua MUI Bone Ajak LDII Dukung Persatuan dan Kesatuan

Baca juga: Selain Menimba Ilmu Agama, Pemuda LDII Sengka Giat Ikuti Program Kesehatan

 

“Bagi kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan harga mati yang mesti harus betul-betul berupaya kita jaga. Untuk itu, seluruh stakeholder berupaya memperkuat Indonesia dalam kebangsaan didasarkan pada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Kebhinekaan merupakan sesuatu yang betul-betul dipahami, hidup berdampingan dalam kedamaian,” terangnya.

Menurut Chriswanto, arahan para narasumber bisa membantu LDII dalam dakwah yang menyejukkan di seluruh Indonesia.

Ormas Bukan Ancaman
LDII
Webinar wawasan kebangsaan DPP LDII bertema “Peran Ormas Islam dalam Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan pada Masa Pandemi”

Dalam webinar itu mengemuka posisi ormas dan ormas Islam dalam kehidupan bernegara, “Demokrasi memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi kehidupan ormas untuk ikut serta dalam pembangunan dan mengkritisi kebijakan pemerintah,” tutur Sri Hayati.

Menurutnya, dalam Era Reformasi terjadi perubahan paradigma bahwa ormas bukan lagi sebagai ancaman, melainkan mitra pemerintah dalam pembangunan, “Pemerintah menekankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipatif. Untuk itu, pemerintah membuka kesempatan pada masyarakat untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan,” terangnya.

Meski demikian, Sri Hayati menerangkan bahwa ormas memiliki hak dan kewajiban untuk terlibat dalam menyukseskan pembangunan negara dan bangsa. Di antara hak ormas itu antara lain mengatur rumah tangga organisasi secara mandiri dan terbuka, memperoleh hak kekayaan intelektual, memperjuangkan cita-cita dan tujuan organisasi, mendapatkan perlindungan hukum, hingga melakukan kerja sama dengan pemerintah maupun lembaga lain non-pemerintah.

Sedangkan kewajiban ormas di antaranya…

  • Bagikan

Comment