Ratusan Warga Kaya Mendadak, 180 Mobil Baru Masuk Sumurgeneng

  • Bagikan
Warga Kaya Mendadak
Salah satu warga Desa Sumurgeneng yang membeli mobil baru (Foto: BBC Indonesia/Harjono)

TUBAN, LINES.id – Sejumlah 180 mobil baru masuk Desa Sumurgeneng, Tuban setelah ratusan warga kaya mendadak. Kabar ini pun tak butuh waktu lama untuk viral di seluruh penjuru tanah air.

Ratusan warga yang ada di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban mendadak menjadi miliarder setelah menerima uang ganti rugi pembebasan lahan. Perusahaan yang berkaitan dengan pembebasan lahan ini adalah Grass Root Refinery Tuban.

Perusahaan ini hendak membangun proyek raksasa kilang minyak, sehingga membutuhkan lahan yang begitu luas. Oleh karena itu, Desa Sumurgeneng yang dijadikan sebagai lokasi proyek terlebih dahulu harus dibebaskan.

Kabar warga kaya mendadak dan mendatangkan mobil baru di Sumurgeneng, Tuban ini pun segera viral di berbagai media sosial. Instagram, Twitter, YouTube, dan berbagai media sosial lain pun membicarakan peristiwa ini.

Dengan pembebasan lahan tersebutlah, ratusan warga Sumurgeneng bisa menjadi miliarder mendadak. Berdasarkan informasi yang dikutip dari BBC Indonesia, warga desa yang mendapatkan uang ganti rugi adalah sebanyak 560 dari 2.700 warga Desa Sumurgeneng.

Besaran Ganti Rugi

Adapun besaran uang ganti rugi yang diberikan juga bervariasi, mulai dari ratusan juta, bahkan hingga miliaran rupiah. Dalam penerimaan uang ganti rugi tersebut, uang yang diterimakan kepada warga yang paling besar adalah Rp 28 miliar.

Baca juga: Sebagai Nasihat Perbaikan Pelayanan, Ombudsman Serahkan LAHP ke BRI Majene

Baca juga: Cegah Covid-19, Ketua RT 45 Kenali Besar Dirikan Posko PPKM

 

Tanah yang dibebaskan dan diberikan uang ganti rugi diharagi sekitar Rp 600.000 – 800.000,- per meter. Oleh karena itulah, warga yang memiliki lahan luas dan terdampak pada pembebasan lahan, bisa mendapatkan uang ganti rugi yang fantastis.

Tidak lama setelah menerima uang ganti rugi yang fantastis, sejumlah 180 mobil baru telah dikirimkan ke Desa Sumurgeneng. Mayoritas warga yang menerima uang ganti rugi tersebut membelanjakan sebagian dari uangnya untuk membeli mobil baru.

Mobil-mobil yang didatangkan pun juga sebagian besar dibanderol dengan harga yang tidak murah. Tidak cukup satu unit mobil, bahkan terdaoat salah satu warga yang mendatangkan 3 mobil baru ke kediamannya.

Melihat gaya hidup masyarakat yang konsumtif dan seakan bermewah-mewahan, pemerintah Kecamatan Jenu pun turut berupaya melakukan pembinaan. Beberapa pelatihan pun diberikan oleh pemerintah bekerjasama dengan pihak Pertamina dan LPPM Universitas Airlangga.

Berbagai sosialisasi dan pelatihan terkait dengan pengelolaan keuangan, gaya hidup, serta investasi dan pengembangan disampaikan kepada masyarakat Desa Sumurgeneng. Diharapkan, masyarakat bisa tetap mengelola keuangannya dengan baik, sehingga bisa tetap menjaga kestabilan perekonomiannya.

  • Bagikan

Comment