Kemenag Nabire Tentukan Arah Kiblat Pembangunan Masjid Al-Manshurin

  • Bagikan
Arah Kiblat
Proses pengukuran dan penentuan arah kiblat pembangunan Masjid Al-Manshurin, Rabu (20/1/2021)

NABIRE, LINES.id – Kiblat merupakan arah yang dituju umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat. Arah ini merujuk pada ka’bah, bangunan yang terletak di tengah-tengah Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi.

Pengukuran awal dan penentuan arah kiblat saat pembangunan masjid perlu dilakukan agar arah salat yang dituju sesuai. Sebagaimana rencana pembangunan Masjid Al-Manshurin yang terletak di kompleks pemukiman Jalan Poros Nabire-Wanggar, sebelumnya juga dilakukan penentuan arah kiblat oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nabire, Rabu (20/1/2021).

Masjid binaan Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Distrik Nabire Barat ini rencananya akan dibangun dengan ukuran 16 m x 16 m dengan konstruksi bangunan satu lantai permanen.

“Pembangunan masjid kurang lebih akan menghabiskan biaya Rp1.500.000.000 (satu milyar lima ratus juta rupiah). Mudah-mudahan pembangunan Masjid Al-Manshurin dapat berjalan dengan baik, lancar, dan barokah untuk kenyamanan beribadah,” ungkap Ari Purwoko SP selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Manshurin.

Baca juga: Pandemi Tak Kunjung Berakhir, Ketua LDII Palembang : Tetap Bersabar, Berdoa dan Patuhi Protokol Kesehatan

Baca juga: LDII Denpasar Susun Proker Tahun 2021, Catur Sukses Jadi Acuan

 

Arah Kiblat
Proses pengukuran dan penentuan arah kiblat pembangunan Masjid Al-Manshurin, Rabu (20/1/2021)

Sementara itu penentuan arah kiblat dihadiri Tim Peninjau dari Kantor Kemenag Kabupaten Nabire Drs Gani Difinubun dan Evi Farida. Hadir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire, Sekretaris yang juga Ketua DPD LDII Kabupaten Nabire H Nuryadi SPd M MPd, Komisi Fatwa MUI ustaz Muh Ikhsan, Komisi Pengkajian dan Penelitian Budiyanto AMd Kep, dan Komisi Hubungan Antar Lembaga Gunawan Santoso SPd.

Dihadiri pula tenaga Teknis Surveyor DPU Nabire Niki Afidah Mukmin ST dan disaksikan oleh pengurus PC LDII Distrik Nabire Barat, Panitia Pembangunan Masjid Al-Manshurin, dan beberapa warga sekitar.

Proses pengukuran dan penentuan arah kiblat dipimpin oleh Drs Gani Difinubun selaku Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Nabire. Pengukuran diawali dengan menentukan titik koordinat awal lokasi Masjid Al-Manshurin, kemudian ditentukan ke arah ka’bah.

Sumber utama pengukuran ini adalah matahari dan bantuan teknologi modern (Aplikasi Android). “Alhamdulillah proses pengukuran hari ini berjalan lancar karena matahari tampak jelas dan cuacanya cerah,” kata Gani. (NAM/LINES)

  • Bagikan

Comment