oleh

Ciptakan INBUD.ID, Mahasiswa UMI Raih Best Presentation Lomba KTI Ekonomi Nasional

MAKASSAR, LINES.id – Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan prestasi. Kali ini, tim dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Pengembangan Riset Mahasiswa (Perisai) 2 UMI berhasil meraih Best Presentation dalam Lomba KTI Ekonomi Nasional.

Tim UKM Perisai 2 yang terdiri dari tiga mahasiswa antara lain Sunardi (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Mohammad Aiman (Fakultas Pertanian), dan Nurul Athaya Syam (Fakultas Kedokteran Gigi) menciptakan aplikasi yang diberi nama “INBUD.ID”.

“INBUD.ID merupakan aplikasi budaya sebagai solusi pelestarian kearifan lokal di zaman modernisasi saat ini. Aplikasi INBUD.ID memudahkan masyarakat Indonesia untuk mempelajari budaya Indonesia tanpa mengeluarkan banyak biaya untuk pergi ke seluruh daerah yang ada di Indonesia. Aplikasi ini menyediakan delapan fitur seperti Budaya Edukasi, InBud Travel, Bud Mall, InBud Game, Kelas Budaya, InBud Perpus, InBud Berita, dan Order Makan,” ungkap Sunardi, Senin (11/1/2021).

“Selain fokus pada budaya, aplikasi ini juga turut membantu UMKM dalam meningkatkan pendapatannya melalui fitur Order Makan,” imbuhnya.

Baca juga: Mantan Dekan FKM UMI Naik Banding, Ini Putusan PT TUN

Baca juga: Revitalisasi Sungai Pampang, Komitmen UMI Tingkatkan Kemaslahatan Umat

 

INBUD.ID
Piagam Penghargaan Best Presentation Lomba KTI Ekonomi Nasional oleh Tim Perisai 2 UMI.

Adapun fitur Budaya Edukasi, Sunardi menjelaskan, berisi info terbaru dan ilmu tentang kebudayaan di Indonesia seperti rumah adat, tarian adat, bahasa daerah dan sejenisnya. “Sedangkan fitur Bud Mall ini berisi pilihan oleh-oleh khas daerah, jadi masyarakat tidak perlu ke tempat tersebut, tetapi bisa order melalui aplikasi INBUD.ID,” kata Sunardi.

Pembuatan aplikasi INBUD.ID dilatarbelakangi meningkatnya penggunaan internet dan memasuki revolusi industri 4.0 budaya semakin tergeserkan. “Kami ingin mengkolaborasikan keduanya dan mengingat keberagaman budaya di Indonesia sangat banyak, maka jangan sampai budaya ini hilang,” ungkap Sunardi.

Ia berharap aplikasi ini dibuat tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat. “Aplikasi ini masih dalam bentuk prototype, sehingga kami berharap ada investor yang mendukung proyek kami. Kami juga berharap adanya dukungan UMI kepada mahasiswa untuk menciptakan karyanya dan membantu pendanaan untuk pengembangan penelitian,” pungkasnya.

Komentar

News Feed