oleh

Pandemi, Lima Remaja LDII Kediri Merintis Usaha ‘Seblak Klanjo’

KEDIRI, LINES.id – Kondisi pandemi Covid-19 saat ini kurang memungkinkan untuk memulai usaha. Namun keadaan ini tidak menyurutkan tekad generasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk terus membangun generasi yang alim-faqih, berakhlakul karimah dan mandiri. Sebagai contoh yang dilakukan PAC LDII Klanderan adalah wujud nyata keseriusan LDII dalam membangun generasi.

“Seblak Klanjo” adalah rintisan usaha untuk membangun dan mengasah jiwa kemandirian. Seblak Klanjo memulai usahanya pada tanggal 12 Desember 2020. Kegiatan usaha ini digawangi oleh remaja Masjid Al-Akla. Mereka yang tergabung di kelompok usaha ini adalah Ahmad Setiawan (mubaligh), Eva (mubaligh), Yusup (pelajar), Lila (pelajar) dan Asadin Briliantama ST sebagai pengarah teknis usaha.

Tepatnya di Jalan Mastrip VI, Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan mereka menjalankan usaha “Seblak Klanjo”. Di jalan ini mereka berproses belajar mandiri. Mengasah jiwa wirausaha untuk mendampingi keilmuan mereka sebagai dasar perilaku yang religius.

Baca juga: Jogo Tonggo, LDII Magelang Bantu Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Ketum DPP LDII: Toleransi Menghindarkan Diktator Mayoritas atau Tirani Minoritas

 

Seblak Klanjo
Seblak Klanjo usaha yang dirintis oleh lima remaja LDII.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat menikmati kegiatannya. Tampaknya mereka serius dan bersemangat setelah dinasihati, dimotivasi oleh bapak pembina,” kata Pitono selaku ketua PAC LDII Plosoklaten. “Anak muda yang bekerja. Tidak gengsi, patut diapresiasi,” lanjutnya.

Senada dengan ketua PAC LDII Plosoklaten, Drs Didik Suhariyono sebagi Pembina kelompok usaha ini mengemukakan bahwa sebenarnya anak-anak mempunyai potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. “Saya selaku orang tua tinggal sedikit memberi sentuhan, mengarahkan dan memberi motivasi saja. Dengan begitu, ternyata mereka dapat melaju dengan cepat,” katanya.

Memang tidak lebih seumur jagung mereka belajar mandiri. Tetapi perjuangan mereka dalam menyatukan ide, mengatur strategi kelompok sudah terlihat hasil dan kemajuannya. Sebagaimana yang disampaikan Eva, selama tiga minggu ini mereka mendapat untung bersih 5 jutaan. “Bukan 5 juta yang membanggakan, tetapi kemauan mereka belajar usaha mandiri itu yang membanggakan,” pungkas Didik.

Komentar

News Feed